Nasional
Home / Nasional / Ekspedisi Patriot 2026 Universitas Brawijaya Berangkat ke Mambi Mehalaan, Kawal Hilirisasi Kopi Transmigrasi Mamasa

Ekspedisi Patriot 2026 Universitas Brawijaya Berangkat ke Mambi Mehalaan, Kawal Hilirisasi Kopi Transmigrasi Mamasa

MAMASA, SULAWESI BARATTim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 Universitas Brawijaya resmi diberangkatkan menuju Kawasan Transmigrasi Mambi Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Di bawah ketua Prof. Dr. Ir. Bambang Susilo, M.Sc.Agr., IPU, tim akan mendampingi petani kopi setempat selama lebih kurang empat bulan yaitu mulai dari Agustus-November 2026 untuk mendorong hilirisasi komoditas kopi melalui inovasi teknologi pascapanen, penguatan kapasitas petani, serta pengembangan agroindustri berbasis potensi lokal.

Keberangkatan ini merupakan bagian dari Program Ekspedisi Patriot 2026, inisiatif Kementerian Transmigrasi yang menggandeng sejumlah universitas di Indonesia untuk mempercepat hilirisasi pembangunan di kawasan transmigrasi. Di Mambi Mehalaan, program mengusung tema “Pengembangan Rantai Hilirisasi Kopi Kawasan Transmigrasi Mambi Mehalaan melalui Sistem Produk dan Agroindustri Desa–Kota”.

Silaturahmi dan Koordinasi dengan Pemangku Kepentingan Daerah

Sebelum turun langsung ke lapangan, Tim Ekspedisi Patriot lebih dulu melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan sejumlah pihak di Kabupaten Mamasa, termasuk Dinas Transmigrasi Kabupaten Mamasa dan Polres Mamasa. Selain itu, tim juga melakukan koordinasi di Polda Sulawesi Barat. Langkah ini menjadi bagian dari tahapan awal program sekaligus upaya membangun sinergi dengan pemangku kepentingan daerah.

Tim Ekspedisi Patriot 2025 berkoordinasi di Polda Sulawesi Barat (Dokumentasi pribadi)
Tim Ekspedisi Patriot 2025 berkoordinasi di Polda Sulawesi Barat (Dokumentasi pribadi)

Koordinasi dengan Dinas Transmigrasi Kabupaten Mamasa berlangsung untuk membangun komunikasi serta memperoleh informasi dan arahan terkait kondisi kawasan transmigrasi yang menjadi lokasi penugasan tim.

Koordinasi Tim Ekspedisi Patriot 2026 dengan Kepala UPT Rano (Dokumentasi Pribadi)

Kepala UPT Kawasan Transmigrasi Rano menyambut baik kedatangan Tim Ekspedisi Patriot dan berharap program pendampingan ini membawa dampak nyata bagi petani kopi setempat.

Prabowo Wacanakan Gabung Badan Geologi dan BMKG untuk Perkuat Mitigasi Bencana

“Kami menyambut baik kehadiran Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya di kawasan transmigrasi Rano. Kami berharap pendampingan ini dapat membantu petani meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi, sekaligus memperkuat kelembagaan kelompok tani di sini,” ujar Kepala UPT Kawasan Transmigrasi Rano.

Sementara itu, koordinasi dengan Polres Mamasa dilakukan sebagai bagian dari penyampaian informasi mengenai keberadaan dan pelaksanaan kegiatan Tim Ekspedisi Patriot selama berada di wilayah Kabupaten Mamasa.

Koordinasi Tim Ekspedisi Patriot di Kapolres Mamasa (Dokumentasi pribadi)

Pihak Polres Mamasa menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program dan memastikan pengamanan kegiatan tim selama berada di lapangan.

“Kami mengapresiasi kegiatan Tim Ekspedisi Patriot yang bertujuan membantu masyarakat, khususnya petani kopi di Mambi Mehalaan. Polres Mamasa siap mendukung dari sisi keamanan dan akan terus berkoordinasi dengan tim maupun aparat setempat selama program berlangsung,” ujar perwakilan Polres Mamasa.

Kegiatan koordinasi tersebut menjadi langkah awal tim dalam membangun sinergi dengan pemangku kepentingan daerah, sebelum melaksanakan pendampingan secara lebih intensif di lapangan.

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Pemprov DKI Minta Warga Tetap Tenang

Empat Bulan Pendampingan, dari Survei hingga Rumah Pengering Kopi

Selama berada di Kawasan Transmigrasi Mambi Mehalaan, Tim Ekspedisi Patriot akan melaksanakan sejumlah kegiatan, mulai dari survei kelompok tani kopi, koordinasi dengan pemerintah dan kelompok tani, hingga pendampingan masyarakat dalam pengembangan komoditas kopi.

Salah satu fokus utama program adalah penguatan proses pascapanen kopi melalui pembangunan Rumah Pengering Kopi Sistem Efek Rumah Kaca (ERK). Fasilitas ini dirancang untuk menjawab persoalan pengeringan kopi yang selama ini masih bergantung pada cuaca dan metode konvensional.

Selain pembangunan fasilitas fisik, program juga diarahkan pada transfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Tim akan menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP), modul pelatihan, serta menyiapkan kelompok pengelola agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan dan dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Pendampingan juga mencakup penanganan pascapanen kopi secara menyeluruh, mulai dari sortasi buah, proses pulping, fermentasi terkontrol, pengeringan, grading green bean, hingga penyimpanan. Pendekatan ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas kopi yang dihasilkan petani di Mambi Mehalaan.

Penguatan Kelembagaan Petani Kopi

Selain aspek teknis, penguatan kelembagaan petani menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Tim akan melakukan pendataan dan koordinasi dengan kelompok tani serta masyarakat transmigrasi untuk membangun kelembagaan yang mampu mengelola sarana pascapanen sekaligus mengembangkan usaha kopi ke depan.

Paskibraka 2026 di Istana Negara, 76 Pelajar Siap Jalani Tugas HUT RI

Program ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan potensi ekonomi kawasan transmigrasi.

Melalui pendampingan selama empat bulan ini, Universitas Brawijaya bersama Kementerian Transmigrasi berupaya mendorong pengembangan kawasan transmigrasi yang berbasis potensi lokal, inovasi teknologi, dan penguatan kelembagaan masyarakat secara berkelanjutan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *