oleh

 Zakat itu Malaqbiq

“Ambillah Zakat Dari Harta Mereka Guna Membersihkan dan Mensucikan Harta Mereka” (QS. At-Taubah ayat 103).

 Oleh: Idham,  Pemerhati Sosial dan Kebijakan Publik

Zakat secara kebahasaan berarti suci, baik, berkah, tumbuh dan berkembang. Zakat dapat pula berarti membersihkan dan mensucikan sebagaimana terkait dengan cukilan Surah At-Taubah ayat 103 di atas.

Secara terminologi syari’ah maka zakat itu adalah kewajiban atas harta atau kewajiban atas sejumlah harta tertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu. Menurut Peraturan Kementerian Agama nomor 52 tahun 2014 maka zakat merupakan harta yang wajib dikeluarkan seorang muslim atau badan usaha untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai syariat Islam.

Sedangkan secara umum dengan membuka kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) maka pengertian zakat adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak.

Al-Qur’an sebagai sumber hukum bagi ummat Islam, dalam sekian Surahnya  menyebutkan dalil-dalil zakat yang wajib dipedomani. Diantaranya Surah Al-Baqarah ayat 43, ayat 103 dan ayat 177. Surah Al-Maidah ayat 55, Surah Al-Mu’Minun ayat 1-4, Surah An-Naml ayat 2-3, Surah Luqman ayat 3-4 dan Surah Fushshilat ayat 6-7 serta Surah Al-An’Am ayat 141. Disamping itu juga disebutkan dalam beberapa Hadits.

Hukum zakat itu sendiri sifatnya wajib (fardhu) bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat tertentu. Jenis atau macam zakat terdiri atas zakat nafs (jiwa) atau yang populer dengan istilah zakat fitrah yang ditunaikan pada bulan Ramadhan menjelang hari Raya Idul Fitri serta jenis kedua yaitu zakat maal yang terkenal dengan istilah zakat harta. zakat harta merupakan kewajiban yang dibebankan oleh syariat terkait harta sedangkan zakat fitrah diwajibkan bukan karena

Komentar

News Feed