oleh

Yusril Pastikan akan Fair dengan Proses Persidangan

JAKARTA–Ketua tim advokasi Jokowi-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan siap menghadapi perkara yang diajukan Prabowo-Sandi. Sebagai pihak terkait, Yusril memastikan akan fair dengan proses persidangan.

”Pihak kami selaku kuasa hukum pasangan 01 menjamin, kami akan bersikap fair, jujur, adil, seta ksatria dalam persidangan. Tidak akan ada lobi-lobi kepada para hakim MK (Mahkamah Konstitusi). Apalagi suap-menyuap dalam perkara ini. Silakan semua pihak melakukan pengawasan. Ini semua berkaitan dengan reputasi dan nama baik serta kehormatan kami sebagai advokat profesional,’ tegas Yusril dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 25 Mei, lalu.

Dia menyebut membawa ketidakpuasan hasil Pilpres ke MK sebagai langkah tepat dan terhormat. Semua pihak, menurutnya, harus mengedepankan penyelesaian sengketa melalui badan peradilan yang bebas dan mandiri serta terlepas dari pengaruh pihak mana pun. ”Saya percaya bahwa hukum adalah mekanisme penyelesaian konflik secara damai, adil, dan bermartabat,” imbuhnya.

MK, lanjut Yusril, merupakan lembaga yang tepercaya untuk menyelesaikan berbagai sengketa yang menjadi kewenangannya. Dia percaya sembilan hakim MK merupakan negarawan pengawal konstitusi yang berintegritas tinggi. Dengan dibawanya sengketa Pilpres ke MK, Yusril meminta masyarakat tenang dan tidak lagi melakukan unjuk rasa yang berujung kerusuhan.

Masyarakat juga diminta mengawasi jalannya persidangan gugatan hasil Pilpres di MK. Pihak tim hukum Prabowo-Sandiaga yang dipimpin Bambang Widjojanto disebut punya kesempatan luas mengemukakan argumentasi hukum, menghadirkan alat bukti yang sah, saksi-saksi, dan ahli ke persidangan untuk membuktikan dugaan kecurangan Pilpres. ”Kewajiban untuk membuktikan dugaan itu ada pada beliau selaku pemohon dalam sengketa,” pungkasnya.

Sementara itu, BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menyatakan sangat siap dengan gugatan yang diajukan ke MK. Jubir BPN, Dian Fatwa mengatakan putusan MK nanti bukan sekadar angka. Namun MK akan mengungkap seluruh dugaan kecurangan di pilpres 2019.

”Mahkamah Konstitusi itu bukan Mahkamah Kalkulator. Putusan MK bukan sekadar soal angka, tapi akan mengungkap proses keseluruhan bagaimana angka kecurangan TSM (terstruktur, sistematis, dan masif) bisa muncul,” ucap Dian.

Dia yakin para hakim konstitusi berintegritas di atas rata-rata. Putusan MK diharapkan bisa memenuhi rasa keadilan rakyat. “Kami yakin hakim-hakim MK adalah hakim yang sudah selesai dengan diri sendiri, arif, dan punya integritas tinggi. Sehingga proses dan keputusan MK nantinya kami harapkan betul-betul memenuhi rasa keadilan rakyat. Dengan demikian, tidak lagi muncul prasangka di antara elemen masyarakat karena rasa keadilan mereka telah terpenuhi,” papar Dian.

Sebelumnya, TKN Jokowi-Ma’ruf Amin menuding BPN tak siap menggugat hasil Pilpres 2019 ke MK. TKN menyoroti 51 bukti yang dibawa tim hukum Prabowo-Sandiaga saat mendaftarkan gugatan ke MK. TKN memandang jumlah bukti yang dibawa menunjukkan ketidaksiapan tim Prabowo. Namun, Dian menilai tudingan itu tidak tepat. ”Sidang belum dimulai. Proses pembuktian juga belum dimulai, masa dibilang belum siap,” jelasnya. (rh/fin)

Komentar

News Feed