oleh

Waspadai La Nina, BPBD Minta Retana Laporkan Tanda-tanda Bencana

CIANJUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, mengimbau warga untuk tetap waspada dalam menghadapi musim penghujan tetap di satu wilayah atau anomali iklim atau Badai La Nina. Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, M Irfan Sofyan mengatakan, saat ini Kabupaten Cianjur sudah masuk siaga bencana anomali iklim atau biasa disebut perubahan cuaca dari musim panas ke musim hujan.

“Jadi, sekarang ini, Cianjur sudah masuk ke tahapan siaga bencana, dan puncaknya di prediksi pada bulan Desember nanti,” katanya melalui sambungan telepon, Minggu (18/10). Irfan mengatakan, hal tersebut sesuai dengan instruksi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) semua wilayah di Kabupaten – Kota khususnya di Kabupaten Cianjur untuk tetap waspada.

“Anomali iklim atau yang biasa di sebut badai La Nina ini akan terjadi di satu wilayah, seperti hujan tetap terjadi di satu wilayah yang memang berpotensi bencana,” katanya. Untuk mempersiapkan itu lanjut Irfan, pihaknya saat ini terus melakukan koordinasi dengan semua personil baik itu dari tingkat Kecamatan hingga tingkat desa.

“Persiapan tentunya kita sudah menyiapkan ribuan relawan tangguh bencana (retana) yang tersebar di semua desa bahkan tingkat Kampung standbay,” ungkapnya seperti dikutip dari Sukabumi Ekspres (Fajar Indonesia Network Grup).

Ia mengatakan, yang dimaksud dengan anomali iklim atau sebutannya bencana La Lina ini dimana terjadi hujan tetap di satu wilayah yang dapat menimbulkan bencana seperti bencana banjir dan longsor.

“Saat ini memang terjadinya hujan tetap di beberapa wilayah di Kabupaten Cianjur, salah satunya kemarin di Cianjur Selatan, dan kini di wilayah Cianjur Utara,” terangnya. Irfan mengatakan, bahwa Cianjur ini memiliki daerah perbukitan.

Dengan begitu, tidak menutup kemungkinan bencana akan terjadi, namun perlu diketahui bahwa masyarakat tidak perlu panik. “Saya imbau, warga tidak usah panik. Namun tetap harus waspada sekecil apapun harus segera di informasikan jika terjadi atau yang mengarah ke bencana. Baik itu retakan tanah, dan juga banjir,” katanya.

Menurutnya, khusus untuk Retana di kawasan pesisir selatan, disiagakan untuk memantau antisipasi terjadinya gelombang tinggi. “Sebanyak 1.832 orang Retana ini kami minta segera melaporkan sekecil apapun tanda yang terlihat, sebagai upaya antisipasi jatuhnya korban jiwa saat terjadi bencana,” katanya.

Irfan menambahkan, BPBD juga melakukan pemetaan lokasi pengungsian yang aman dari jangkauan bencana alam, longsor, banjir dan pergerakan tanah. “Ketika terjadi tanda-tanda yang kemungkinan berujung bencana alam, warga sudah diungsikan,” pungkasnya. (yis/job3/hyt/fin)

Komentar

News Feed