oleh

Waspada Penularan Covid-19 dari Klaster Keluarga

PENAMBAHAN kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya belum berhenti. Penularan di keluarga paling disoroti dengan jumlah kasus lebih dari 109 orang pasien positif.

Padahal, 16 Oktober, pasien dari klaster keluarga hanya berjumlah 42 orang saja. Beberapa penambahan kasus pasien positif dalam beberapa terakhir, klaster keluarga cukup mendominasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat mengatakan dua klaster yang cukup menonjol yakni kelompok keagamaan dan keluarga. Sedikitnya tercatat sudah ada 28 keluarga yang menjadi klaster. ”Memang sekarang makin banyak klaster keluarga,” ujarnya.

Munculnya klaster keluarga diawali dari salah seorang penghuni rumah yang tertular Covid-19 saat beraktivitas di luar. Ketika pulang ke rumah, dia menularkan virus ke anggota keluarga yang lain. “Artinya sudah ada penularan di dalam rumah,” ujarnya seperti dikutip dari Radar Tasikmalaya (Fajar Indonesia Network Grup).

Kekhawatiran berkembangnya klaster keluarga, pasalnya protokol kesehatan di dalam rumah kurang diperhatikan. Idealnya protokol kesehatan harus tetap diterapkan meski sedang bersama sanak saudara. “Jadi kalau sudah virus sudah terbawa ke rumah, potensi penularannya cukup tinggi,” katanya.

Selain itu, interaksi warga dengan tetangga pun masih banyak yang mengabaikan protokol kesehatan. Sehingga penularan ke tetangga pun cukup rawan terjadi. “Lalu tetangganya menularkan ke keluarga, jadi nambah klaster keluarganya,” jelasnya.

Ada pun kasus pasien positif Covid-19 secara umum, sampai kemarin tercatat ada 408 kasus positif. 126 di antaranya masih merupakan pasien aktif dan menjalani isolasi.

Ada penambahan 12 pasien baru dan 5 pasien dinyatakan sudah negatif Covid-19, Namun di samping itu ada pula pasien yang meninggal Selasa pagi.

Pasien yang meninggal tersebut sebelumnya ditangani di RSUD dr Soekardjo. Tim dari Satgas Penanganan COvid-19 memakamkan jenazah di Tempat Pemakaman miliki keluarga pasien. (rga)

Komentar

News Feed