oleh

Waspada Hepatitis, Dinkes akan Turun Periksa Warga

MAJENE–Hingga kini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengakui belum menemukan penderita hepatitis di Majene. Namun, demkian Dinkes akan tetap turun ke lapangan untuk mendeteksi gejala hepatitis di masyarakat.

Sebagai deteksi awal ungkap Wakil Supervisor Hepatitis, Hasanuddin, pihak Dinkes akan memeriksa kesehatan warga sebagai deteksi awal. “Sebenarnya di Majene belum ada ditemukan penderita hepatitis. Daerah ini masih aman. Tetapi harus diwaspadai,” jelas Hasanuddin, Kamis 4 Juli.

Mulai bulan ini petugas akan turun. Demi kelancaran program ini, seluruh Puskesmas diminta membantu melakukan sosialisasikan. “Sesungguhnya kegiatan ini direncanakan Juni, tapi kita tunda karena belum ada ahli yang menanganinya,” terang Hasanuddin.

Penanganan hepatitis tidak sembarang orang. Dibutuhkan ahli dan kebetulan sudah ada petugas yang baru saja selesai mengikuti pelatihan. “Makanya deteksi hepatitis sudah bisa dilaksanakan. Sasaran kali ini lebih memprioritaskan ibu hamil,” katanya.

Hasanuddin menjelaskan, penyakit hepatitis terbagi tiga macam. Yakni hepatitis A, B dan C. Hepatitis A adalah infeksi hati yang sangat menular disebabkan virus hepatitis A. Ini bisa menular melalui kamar mandi, alat mandi, tempat buang air. Keringat dan makanan yang terinfeksi. “Penyakit hepatitis A bisa sembuh sendiri. Berbeda heptitis B dan C perlu perawatan,” jelasnya.

Hepatitis B, lanjut Hasanuddin, adalah infeksi hati yang disebabkan virus hepatitis B. Penyakit tersebut menular melalui darah dan hubungan intim. Pencegahannya harus melalui vaksin. “Hepatitis B tergolong berbahaya dan posisinya sama dengan hepatitis C,” jelasnya. (r2)

Komentar

News Feed