oleh

Warning Bagi Gubernur Sulbar

-Opini-1.663 views

Saat ini kita patut bersyukur sebab belum ada pasien yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 di Sulawesi Barat. Namun, hal itu tak boleh membuat kita lengah. Surat edaran dan imbauan tidak cukup. Tindakan antisipasi sejak dini sudah harus dilakukan secara taktis dan terukur demi kesalamatan kita bersama.

Oleh: Hasri Jack,
* Ketua Garda Nusantara Sulbar

KITA diapit dua provinsi yang sudah terpapar virus tersebut, maka tindakan pembatasan keluar masuk orang diwilayah perbatasan Sulawesi Barat harus ditingkatkan. Gubernur juga harus memastikan adanya posko 24 jam yang stanby menjaga kedua perbatasan, pelabuhan dan bandara dengan menyiapkan personel lengkap dengan APD dan perlatan tim medis guna mengecek setiap orang yang keluar masuk di Sulawesi Barat.

Hal ini memang berat, tetapi itu harus kita lakukan. Dalam menghadapi wabah virus ini, Gubernur juga harus memastikan kesiap siagaan rumah sakit yang ditunjuk sebagai rujukan pasien yang terjangkit Covid-19. Mulai dari kesiapan seluruh tenaga medis, tempat dan peralatan yang akan digunakan. Tak kalah penting perlindungan keselamatan dan alokasi anggaran untuk insensif bagi tenaga medis.

Kita belajar dari DKI Jakarta yang sudah menyiapkan tempat khusus bagi para tenaga medis yang dilengkapi dengan bilik sterilisasi virus. Ketersediaan segalah kebutuhan makan dan kamar istirahat tim medis. Mereka tak perlu pulang ke rumah atau ke kontrakan, agar keluarga mereka juga merasa aman. Bahkan rencana rumah sakit alternatif pun itu sudah harus dipersiapkan dari sekarang.

Kita berharap wabah ini tak masuk daerah kita. Namun, sekali lagi antisipasi sejak dini itu penting. Gubernur harus menjadi komando di enam kepala daerah di Sulawesi Barat. Guna memastikan kesiapan seluruh kabupaten dalam pencegahan wabah Covid-19.

Khusus, bagi perantau yang baru pulang kampung tak boleh luput dari pemeriksaan. Kita juga berharap Pemerintah Sulbar menggratiskan masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan yang memiliki ciri-ciri Covid-19, sehingga masyarakat tak perlu kuatir dan terbebani biaya.

Hal lain yang mesti diperhatikan adalah pemerintah (Gugus Tugas Covid-19) mengadakan bilik sterilisasi di area-area publik, aktif melakukan penyemprotan desinfektan ke sarana publik dan rumah-rumah warga, kerahkan mobil damkar untuk melakukan penyemprotan tiap hari.

Yang terkahkir, mengingat penyebaran wabah Covid-19 yang tiap hari makin bertambah. Maka perlu dipersipakan segala hal bilamana sosial distancing diperpanjang, atau bahkan jika kebijakan lockdown itu ditempuh. Mulai dari sekarang harus dipikirkan, khusunya ketersediaan pangan dan keamanan warga harus menjadi perhatian khusus. Jangan sampai kita telat berpikir dan telat bertindak.

Pemerintah dan masyarakat harus bersatu padu menghadapi Covid-19, kita berharap ujian berat ini segera berkhir. (*)

Komentar

News Feed