oleh

Warga PUS Demo Kepela Imigrasi Polewali

POLEWALI – Ratusan mahasiswa dan masyarakat Pitu Ulunna Salu (PUS) melakukan aksi demo di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali, Senin 19 Oktober. Aksi tersebut dipicu kekesalan warga PUS atas perlakukan Kepala Imigrasi Polewali terhadap salah satu kerabat mereka di Kantor Imigrasi Polewali.

Demo yang dijaga ketat aparat Polres Polman ini, sejumlah perwakilan aksi menyampaikan orasinya. Koordinator aksi warga PUS, Andi Iswadi mengatakan perlakuan Kepala Kantor Imigrasi Polman kepada salah satu kerabat mereka telah mencemarkan harga diri keluarga besar PUS atas segala tindakan dan ucapannya.

Warga PUS Demo Kepela Imigrasi Polewali

Andi Iswadi dalam orasinya menyampaikan ada tiga poin tuntutan masyarakat dan mahasiswa PUS. Diantaranya meminta Kepala Imigrasi Polman Habiburrahman meminta maaf kepada yang bersangkutan secara langsung kepada masyarakat PUS. Kemudian meminta agar Kepela Imigrasi dicopot dan meninggalkan Kabuaten Polman. Massa mengancam apabila tuntutan mereka tidak diindahkan warga PUS akan terus turun berdemo.

“Tindakan yang dilakakukan oleh Kepala Kantor Imigrasi Polewali sudah melukai hati kami masyarakat PUS dan hal ini tidak kami terima,” tegas kordinator aksi Andi Iswadi.

Berdasarkan informasi dihimpun, aksi demo ini bukan persoalan pelayanan di Kantor Imigrasi. Melainkan persoalan yang berawal dari internal Dharma Wanita di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali yang melibatkan Kasubag TU Imigrasi Polewali dan istrinya akhir September lalu. Sehingga menimbulkan kondisi yang kurang kondusif di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Polewali Mandar.

Kepala Kantor Imigrasi Polewali Habiburrahman saat diklarifikasi terkait aksi demo ini menjelaskan kronologi persoalan yang dihadapi sehingga ada aksi demo. Ia mengungkapkan Tanggal 22 September 2020 lalu, sebagai Kepala Kantor menghubungi Kasubag TU Tri Kuncoro melalui pesan Whatsapp meminta kepada yang bersangkutan sebagai Kasubag TU untuk menyelesaikan atau menindaklanjuti laporan adanya permasalahan di Dharma Wanita Kantor Imigrasi Polewali.

“Melalui pesan itu saya instruksikan segera menindaklanjuti permasalahan tersebut sehingga tidak berlarut-larut dan mengingatkan jangan sampai ada perkataan ancaman terhadap anggota sesama Dharma Wanita,” terang Habiburrahman.

Lanjutnya, selaku Kepala Kantor dirinya menginginkan agar Kasubag TU dapat menyelesaikan masalah ini dengan meminta istrinya, Jaslipa menyelesaikan masalah tersebut secara personal dengan anggota Dharma Wanita karena ini bukan masalah dalam kedinasan.

Kemudian sore harinya, pukul 17.00 Wita, Kasubag TU bersama istrinya datang ke rumah dinasnya. Namun karena kondisi kesehatan dirinya sedang kurang baik dan situasi pandemi Covid-19. Dirinya tidak dapat ditemui. Hal tersebut sudah disampaikan langsung oleh asisten Kepala Kantor Imigrasi kepada Kasubag TU dan istrinya.

Tetapi keesokan harinya 23 September, Kasubag TU bersama istrinya menghadap kepala Kantor dengan tujuan untuk mengklarifikasi instruksi kepala kantor terkait masalah dharma wanita.

“Pada pertemuan tersebut yang memulai pembicaraan Kabagsubag TU namun sebelum selesai berbicara istrinya memotong pembicaraan. Pada intinya istri Kasubag TU membantah permasalahan dengan anggota Dharma Wanita,” terangnya.

Kemudian pembicaraan melebar ke permasalahan lain lain yang tidak berkaitan dengan intruksi dirinya sebagai kepala kantor kepada Kasubag TU. Sehingga selaku kepala kantor memotong pembicaraan tersebut karena yang disampaikan istri Kasubag TU diluar konteks permasalahan. Kemudian bersangkutan terlihat emosi dalam menyampaikan keterangan.

“Kemudian saya meminta untuk bersangkutan untuk keluar dari ruangan kerja kepala kantor,” tambahnya.

Sementara menanggapi tuntutan mahasiswa dan beberapa masyarakat PUS agar Kepala Imigrasi Polman meminta maaf. Kepala Imigrasi Polman Habiburrahman sudah memenuhi tuntutan pengunjuk rasa dengan menemui massa aksi di halaman kantor Imigrasi yang berunjukrasa. Kemudian meminta maaf kepada masyarakat PUS atas kehilafan yang terjadi.

Aksi unjukrasa ini di kawal ketat oleh Polres Polman dan pengamanan aksi unjukrasa tersebut dipimpin langsung Kapolres Polman AKBP Ardi Sutriono. (arf/mkb)

Komentar

News Feed