oleh

Wajah Baru Stadion Mattoanging, Kapasitas Hingga 40 Ribu Penonton

MAKASSAR–Desain Stadion Mattoanging sudah rampung. Sisa pemenuhan anggaran lalu proses tender.

Pemprov Sulsel telah menyediakan skema pembiayaan untuk konstruksi pada 2021. Ada dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Rp1 triliun yang siap digelontorkan.

Bagi Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, pembangunan ulang Stadion Mattoanging tak bisa ditunda. Ia berkomitmen menggelontorkan anggaran besar agar stadion kebanggaan masyarakat ini bisa segera dimanfaatkan.

”Program prioritas ini harus selesai. Kami juga mengharapkan dukungan dari DPRD. Karena, ketika pembangunannya tuntas, akan memberi dampak yang besar. Terutama sektor perekonomian,” beber mantan bupati Bantaeng dua periode ini.

Tim Arsitek, Yori Antar mengatakan, proses desain pembangunan Stadion Mattoanging butuh waktu yang panjang. Antusiasme masyarakat pun sangat besar. Mereka banyak memberi saran yang ikut menjadi pertimbangan dalam mendesain.

Saat dirinya mulai melempar gambar pertama ke publik beberapa bulan lalu, respons pun muncul. Salah satunya soal desain lintasan atletik, di sekeliling lapangan. Kapasitas stadion pada desain awal pun baru 25 ribu penonton.

“Awalnya Pak Gubernur memang meminta agar stadion ada lintasan atletiknya. Agar bisa digunakan untuk olahraga lain. Tetapi, banyak masukan dari masyarakat, salah satunya soal lintasan atletik yang mesti dihilangkan,” bebernya.

Jarak penonton dan pemain, kata dia, terlalu jauh. Karena itu, pihaknya mengakomodasi desain baru dengan menghilangkan lintasan. Dengan perubahan itu ternyata menambah kapasitas hingga mencapai 40 ribu penonton.

Menurutnya konsep ini mirip dengan beberapa stadion yang ada di Argentina dan sejamlah negara di Eropa. Menghialngkan lintasan atletik. Sementara beberapa stadion besar di tanah air justru memiliki lintasan atletik di sekeliling lapangannya.

Konsep lainnya yang berbeda, kata dia, adalah tiang yang menjadi penopang. Ada 12 tiang besar yang menahan konstruksi beton tribune. Dengan tambahan aksen layar, yang melambangkan phinisi.

“Lighting nya pun modern. Betul-betul kami desain dengan standar stadion klub sepak bola. Internasional. Layaknya stadion klub besar. Megah dan modern,” jelasnya.

Di area luar, ada beberapa fasilitas penunjang, seperti kafe dan fasilitas lain. Kemudian ada RTH dan ruang parkir. Pihaknya juga akan membangun parkir 1 lantai basement di bawah tribune stadion.

Diakuinya, kondisi lahan yang sulit lagi dikembangkan membuatnya harus membangun tambahan fasilitas bawah tanah. Hanya saja untuk bagian di bawah lapangan, tak ada basement. Area parkir hanya mengelilingi tribune. Jika hanya di halaman stadion, akan menyebabkan kemacetan.

Pihaknya juga menyiapkan fasilitas museum. “Museum tersebut khsusus untuk mengenang legenda PSM, hingga tampilan maket serta peninggalan Stadion Mattoanging yang lama. Alhamdulillah desain sudah selesai sejak bulan lalu, tetapi masih terus mengalami penyempurnaan,” jelasnya.

Dikatakannya tahun ini, konstruksi akan difokuskan untuk pembangunan ulang struktur dan tiang pancang. Pasalnya struktur stadion lama, sudah tak bisa dimanfaatkan. Apalagi ada parkir basement yang akan dibangun.

“Kemudian penentuan fasilitas yang digunakan akan disusun melalui proses DED. Misalnya rumput, harus yang dari luar, kalau perlu rumput dengan kualitas terbaik layaknya stadion club sepak bola di Eropa,” tambahnya.

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Sulsel, Muhlis mengatakan, proses andalalin untuk Stadion Mattoanging sudah rampung pekan lalu. Sementara untuk dokumen Amdal, akan dirampungkan paling lambat pekan depan.

Proses tender Detail Engineering Design (DED) juga ditargetkan rampung pekan depan, dengan anggaran Rp25 miliar. Proses DED diharapkan berjalan dengan cepat, apalagi pihaknya sudah menyiapkan tim pakar yang telah lama melakukan kajian.

“Setelah DED tuntas barulah dilanjutkan dengan tender untuk konstruksi yang anggarannya Rp200 miliar tahun ini. Tetapi, kami sementara komunikasi dengan DPRD, untuk melobi proyek ini jadi multiyers,” bebernya kepada FAJAR, kemarin.

Jika proses pembangunan tak terkejar, peralihan sistem konstruksi menjadi multiyears membuat pihaknya bisa memulai proyek ini lebih cepat pada 2021. “Tender bisa tuntas Desember, kemudian Januari masuk masa pembangunan,” kuncinya. (ful/abg/fajar)

Komentar

News Feed