oleh

Wacana Penghapusan Honorer Mulai Meresahkan

MAJENE – Beredarnya informasi terkait wacana penghapusan tenaga honorer, telah meresahkan warga yang tengah mengabdi di perkantoran.

Mereka menilai kebijakan pemerintah pusat itu sangat keliru. Penghapusan honorer justru akan menambah angka pengangguran di daerah. “Di Majene saja ada ribuan tenaga honorer, kalau mereka dirumahkan maka pengangguran akan bertambah. Olehnya wacana ini perlu dikaji ulang,” pinta seorang honorer Nurfadilah, Minggu (26/1/2020).

Menurutnya penghapusan honorer tak hanya meningkatkan angka pengangguran, tapi juga akan menambah penderitaan masyarakat. Ini akan dirasakan oleh honorer yang telah mengabdi 10 tahun. “Kalau saja mereka langsung dirumahkan, tentu saja ini tidak adil,” ungkapnya.

Wacana merumahkan honorer juga meresahkan Erwin Putra. Tenaga honorer itu menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk penindasan. “Kita sudah mengadi sekian lama langsung dirumahkan, ini tidak adil,” ujarnya.

Penghapusan tenaga honorer, dinilai Erwin justru berpotensi melumpuhkan aktivitas diperkantoran. Ia sangat yakin tanpa honorer aktivitas perkantoran akan terhambat. Sebab yang berkerja umumnya honorer. Sebab itu Erwin berharap wacana tersebut tidak dilanjutkan.

Kasubid Formasi dan Sistem Informasi Kepegawaian BKPSDM Majene Muh Azwar mengatakan, saat ini pihaknya belum menerima pernyataan resmi dari BKN maupun Kemenpan RB, terkait penghapusan honorer dilingkup pemerintahan. “Kita belum bisa katakan informasi itu benar, sebelum ada penyampaian resmi dari Kemempan atau BKN,” ujarnya.

Ia meminta agar honorer tenang karena sampai saat ini belum ada dasar regulasinya. “Kalaupun benar kita belum tau teknisnya seperti apa,” singkatnya. (r2/kdr)

Komentar

News Feed