oleh

Varian Mu Berpotensi Hindari Kekebalan Tubuh

JAKARTA – Virus Covid-19 terus bermutasi. Banyak varian baru ditemukan di sejumlah negara. Salah satunya varian Mu. Varian ini memiliki potensi menghindari kekebalan tubuh. Disiplin protokol kesehatan wajib terus dilakukan.

“Varian ini memiliki mutasi yang memiliki potensi untuk menghindari kekebalan oleh infeksi atau vaksinasi sebelumnya,” kata ahli epidemiologi dari Universitas Andalas Defriman Djafri, Jumat (17/9/2021).

Menurutnya, WHO (World Health Organization) sedang memantau perkembangan varian Mu. Varian ini pertama kali diidentifikasi di Kolombia. Saat ini, setidaknya sudah terdeteksi di 39 negara.

Hasil dari suatu kajian di Jepang menyebut terdapat netralisasi yang tidak efektif dari varian Mu terhadap plasma konvalesen dan vaksin. Varian Mu masih tergolong variant of interest (VoI).

“Mobilitas terus berjalan pada saat pandemi. Karena itu, sangat mungkin varian ini bisa muncul jika protokol kesehatan masyarakat tidak dijalankan. Selain itu, sistem surveilans yang tidak jeli mendeteksi munculnya varian ini,” imbuhnya.

Upaya yang harus dilakukan pemerintah adalah meningkatkan kewaspadaan. Tujuannya agar varian tersebut tidak masuk ke Indonesia. Pengecekan sampel juga harus dilakukan secara berkala. Selanjtunya dianalisis melalui pengurutan keseluruhan genom (whole genome sequencing, Red), agar cepat mendeteksi. Selanjutnya, dapat diambil langkah-langkah pengendalian.

Varian yang masuk daftar VoI adalah varian Eta, Iota, Kappa, Lambda dan Mu. WHO mengklasifikasikan varian VoI dengan kriteria memiliki perubahan genetik yang diperkirakan atau diketahui mempengaruhi karakteristik virus seperti penularan, keparahan penyakit, pelepasan kekebalan, pelepasan diagnostik atau terapeutik. (rh/fin)

Komentar

News Feed