oleh

Vaksinasi Merdeka Sasar 45.000 Warga Sulbar

MAMUJU – Vaksinasi Merdeka yang digelar serentak pada Selasa 7 September 2021 se Indonesia, menyasar 346.688 orang peserta. Di Sulbar, targetnya 45.000 orang peserta dari enam kabupaten.

Guna memastikan vaksinasi ini berjalan sesuai target, Kapolda Sulbar Irjen Pol Eko Budi Sampurno bersama Danrem 142 Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan, turun lapangan dan meninjau pelaksanaan vaksinasi tersebut, serporti yang digelar di Gereja Toraja Mamasa, Benteng Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupate Mamuju Tengah, kemarin.

Irjen Pol Eko Budi Sampurno mengungkapkan, Vaksinasi Merdeka merupakan strategi yang dilakukan TNI-Polri demi mendorong percepatan terciptanya kekebalan tubuh masyarakat. Itu sebabnya pihak TNI-Polri terus menggandeng seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan vaksinasi 100 persen hingga dosis kedua.

Menurutnya, hal itu merupakan wujud implementasi dari langkah-langkah dan kebijakan extraordinary yang diambil oleh pemerintah demi keselamatan masyarakat sebagaimana asas Salus Populi Suprema Lex Esto.

“Untuk menahan laju penyebaran Covid-19, Polri terus berupaya melakukan akselerasi vaksinasi nasional melalui berbagai macam strategi vaksinasi, termasuk strategi vaksinasi dengan melibatkan komunitas-komunitas seperti yang kami lakukan saat ini,” ungkap jenderal polisi berpangkat dua bintang tersebut.

Selain itu, Eko menjelaskan Vaksinasi Merdeka yang merangkul tokoh-tokoh agama dan santri diharapkan dapat menjadi pemantik kepada keluarga, tetangga, teman-teman, dan komunitas di lingkungannya, sehingga masyarakat tidak ragu-ragu dalam mengikuti program vaksinasi.

“Selain itu, pelaksanaan program vaksinasi di rumah ibadah juga bertujuan merevitalisasi rumah ibadah sebagai fungsi sosial. Rumah ibadah pada hakekatnya memiliki fungsi membimbing perilaku jamaahnya dalam tatanan kehidupan sosial termasuk dalam pencegahan penularan Covid-19,” ucap Kapolda Sulbar.

Lebih dalam, Kapolda juga menekankan bahwa tingginya tingkat capaian vaksinasi merupakan modal dasar dalam hidup berdampingan dengan Covid-19, yaitu bagaimana perekonomian dapat tumbuh. Namun Covid-19 tidak kembali melonjak.

“Tentunya hal ini disertai dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Dengan demikian, tujuan Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045 dapat terwujud,” tutup Eko.

Sementara itu beberapa warga mengaku baru saja mengikuti vaksinasi ini. Sebelumnya mereka tidak mau menjalani hal tersebut karena khawarir akan efek samping. Tapi mereka akhirnya berani divaksin setelah mendapat penjelasan dari berbagai pihak bahwa ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap serangan Covid-19. (ham)

Komentar

News Feed