oleh

Vaksin tak Cukup, Dinkes Prioritaskan Pejabat Publik

MAMASA – Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa sementara menjemput vaksin yang akan didistribusikan ke Kabupaten Mamasa. Pendistribusian vaksin ini untuk digunakan program vaksinasi Covid-19 tahap kedua.

Direncanakan vaksinasi tahap kedua ini akan menyasar pelayan publik. Terdiri dari TNI-Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh agama, supir, tukang ojek, wartawan dan setiap orang yang masuk dalam kategori pelayan publik.

Data Dinkes Mamasa, sebanyak 19.006 orang kategori pelayan publik di daerah ini. Namun jumlah vaksin yang didistribusikan ke Mamasa tak mencukupi. Dinkes Sulbar hanya mendistribusikan 664 dosis vaksin Sinovac.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamasa dr Hajai S Tangga mengatakan pihaknya sementara melakukan penjemputan vaksin di Dinkes Sulbar. Vaksin ini diperuntukkan bagi pelayan publik di Kabupaten Mamasa.

“Kemungkinan sebentar malam (Selasa malam) vaksin baru tiba. Karena sore baru berangkat dari Mamuju,” ujar dr Hajai.

Lanjutnya, setelah vaksin tiba akan dikelola oleh Dinkes Mamasa. Vaksin tersebut selanjutnya didistribusikan ke puskesmas.

“Vaksin yang didistribusikan ke Mamasa jumlahnya terbatas. Sehingga kami meminta puskesmas memberikan prioritas yang akan divaksin kepada pelayan publik di Mamasa. Vaksin yang datang hanya 664 vial, puskesmas diminta memberikan prioritas yang sering bersentuhan dengan masyarakat,” terang dr Hajai.

Pelayan publik yang menjadi prioritas seperti camat, guru, lurah serta kepala desa dan pihak lainnya. Pihaknya masih menunggu pendistribusian selanjutnya dari pusat.

Puskesmas diberikan tanggung jawab siapa saja yang akan diberikan vaksin.

“Jadi yang dianggap prioritas saja dulu yang diberi vaksinasi,” tambahnya.

Hajai menambahkan hingga saat ini belum ada jadwal pasti kapan dilakukan vaksinasi kepada pelayanan publik.

“Kita pastikan dulu vaksin tiba baru kita buat jadwal,” tandasnya.

Saat ini vaksin yang didistribusikan dalam ventuk vial dan bukan ampul. “Karena dulu itu ampul, yang hanya dalam satu dosis, sekarang vial yang teorinya untuk delapan sampai sembilan orang yag akan di vaksin,” tambahnya. (r4/mkb)

Komentar

News Feed