oleh

Usulkan Dapur Mandiri

MAMUJU – Implementasi Dapur Mandiri lebih mengedepankan perlibatan masyarakat mengelola dapur di pengungsian.

Inilah yang akan direkomendasikan Dinas Sosial Sulbar setelah menutup pelayanan Dapur Umum nantinya.

“Dua bulan sudah melayani dapur umum. Dalam waktu dekat bisa bersurat kita akan rekomendasikan ke Kementerian Sosial untuk bantuan dapur mandiri, semoga ini menjawab tantangan, khsusunya pelayanan pengungsi di Mamuju dan Majene,” ujar Kepala Dinas Sosial Sulbar Bau Akram Dai, Selasa 2 Maret 2021.

Menurut Komandan Pos Komando Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Sulbar Muhamad Idris, dengan mendorong Dapur Mandiri maka masyarakat dapat mandiri menyelesaikan permasalahan.

“Perkuat dapur mandiri, tidak lagi menggunakan dapur umum. Kalau sudah larinya kesitu maka harapan kita model transisi ini berjaan dengan baik,” tutur Idris.

Lanjut Idris menyebutkan data per 2 Maret, penyintas gempa yang berada di pengungsian tersisa sekira 21 ribu jiwa. Ditargetkan tidak ada lagi pengungsi saat memasuki bulan ramadhan.

“Yang kita sepakati adalah percepatan penanganan, dan slaah satu konsen kita adalah pendataan rumah rusak,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan Radar Sulbar saat monev di Posko Induk, perwakilan dari Dinsos Mamuju menyatakan pemkab Mamuju kehabisan dana untuk mendanai dapur umum guna pelayanan penyintas gempa Sulbar. Permintaan dana sudah dilayangkan ke provinsi namun belum terealisasi. Sehingga Dinsos Mamuju sudah mengmbil ancang-ancang menghentikan pelayanan di Dapur Umum. (imr)

Komentar

News Feed