oleh

UKT Taekwondo Mamuju Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

MAMUJU — Sejak virus corona disease (Covid) 19 masuk ke Indonesia, latihan taekwondo di Mamuju dihentikan.

Namun melihat antusiasme para taekwondoin yang begitu besar, akhirnya pengurus cabang taekwondo Mamuju menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT).

Kegiatan ini pun disambut gembira anak-anak yang menjadi anggota. Terlihat, ratusan anak mengikuti kegiatan yang digelar di pantai wisata Panorama Beach Mamuju, Minggu 6 Juni, pagi.

Namun ada hal berbeda kali ini. Ujian dilakukan dengan berbagai persyaratan ketat. Salah satunya, dengan penerapan protokol kesehatan.

Selain wajib menggunakan masker dan menjaga jarak, dalam ujian ini tidak digelar ujian kyorugi atau “pertarungan/kontak fisik”.

Meski begitu, hal tersebut tak mengurangi semangat anak-anak yang kerap mewakili Mamuju dan Sulbar ini dalam berbagai event kejuaraan.

“Tema yang diangkat kali ini tentang UKT dalam suasana pandemi Covid-19 dilakukan dengan penerapan prokes (protokol kesehatan,red) yang ketat,” ujar Ketua Pengurus Cabang Taekwondo Mamuju, Asnawaty Syam saat memulai sambutan.

Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada para orang tua taekwondoin yang tetap memberi dukungan kepada anak-anaknya.

Juga apresiasi kepada para pelatih yang terus berupaya agar cabang olahraga ini tetap hidup dan berkembang di Mamuju.

“Taekwondo Mamuju terus berkembang membina atlit-atlet lokal sejak usia dini. Sehingga selama ini dalam setiap event pertandingan, Mamuju selalu turun dengan atlit binaan sendiri,” sambung perempuan yang kini menjabat Asisten III Pemkab Mamuju ini.

Melihat antusisme ini, Asnawaty juga berpesan agar senantiasa menjaga kesehatan dan imun tubuh dengan tetap aktif berolahraga dengan tetap menerapkan prokes.

Di tempat yang sama, salah satu pelatih, Walfaidhin menyampaikan, sebelum UKT digelar kemarin, dilakukan latihan bersama sekira dua pekan. Ini untuk menyegarkan kembali gerakan-gerakan para taekwondoin.

“Sejak pandemi, kita sempat berhenti berlatih bersama. Namun aktif kembali awal tahun ini. Saat gempa, kita berhenti lagi karena tempat latihan yang rusak. Namun karena desakan anak-anak yang lama berhenti. Akhirnya kita mulai latihan dan menggelar UKT. Kita sudah melewatkan sekira empat sampai lima kali UKT selama pandemi,” ujar pemegang sabuk hita yang pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala BKKBN Sulbar itu. (dir)

Komentar

News Feed