oleh

Ujian CASN Wajib Bawa Hasil Swab, Peserta Merasa Berat

MAMUJU – Aturan bagi peserta ujian Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) untuk melakukan swab test dengan hasil negatif/non reaktif, mendapatkan reaksi pro dan kontra.

Beberapa calon peserta, menganggap kebijakan tersebut sudah sangat tepat. Sebab, sebagai salah satu langkah antisipasi munculnya klaster baru penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Dengan adanya aturan itu, peserta tak merasa was-was dan akan dapat tenang saat berada di tempat ujian. “Memang ada pengetatan prokes (protokol kesehatan,red), seperti pakai masker berlapis dan jaga jarak. Juga wajib cuci tangan. Tapi itu belum menjamin keamanan. Dengan adanya kewajiban swab, kita tidak khawatir ada yang positif,” terang salah satu calon peserta di Mamuju, Ernawati Husain.

Menurutnya, potensi penyebaran virus Corona sangat besar di saat ujian berlangsung. Jika tidak diperketat, akan membahayakan banyak orang. “Bisa saja, jika ada yang positif, mereka akan memaksakan diri ikut ujian. Mereka akan berupaya menjadi PNS, dan hadir di tempat ujian meski sedang terpapar covid,” imbuhnya.

Info Grafis: Tarif Pemeriksaan Rapid Tes Antigen-Swab

Terpisah, calon peserta ujian di Pemprov Sulbar, Rahmat, menganggap kebijakan itu cukup memberatkan. Menurutnya, tidak semua calon peserta mampu membayar biaya rapid test antigen. Sehingga, Ia berharap kebijakan itu perlu dipertimbangkan ulang.

Rahmat mengaku sangat mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid-19. Namun juga harus mempertimbangkan keadaan ekonomi peserta. Di masa pandemi ini, banyak orang yang kehilangan pendapatan.

“Cukup dengan prokes ketat. Panitia perlu mengawasi semua peserta, apakah memakai masker berlapis, mencuci tangan sebelum masuk ruangan dan tidak menimbulkan kerumunan atau saling menjaga jarak,” ungkapnya.

Komentar

News Feed