oleh

Tunggu Keputusan KPU Pusat Atas Rencana Penundaan Pilkada Serentak

MAKASSAR–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar belum mengambil langkah atas keputusan penundaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang rencananya digelar, 23 September 2020, menyusul merebaknya kasus Coronavirus Disease (COVID-19) dipelbagai daerah di Indonesia.

”Sampai saat ini kami menunggu arahan KPU RI tentang tindak kebijakan dan strategi tindaklanjutnya,” ujar Ketua KPU Makassar, Faridl Wajdi saat dikonfirmasi, Selasa 31 Maret, di Makassar.

Ia mengatakan belum mengambil langkah taktis atas keputusan penundaan Pilkada serentak tersebut. Meski demikian, sebagai penyelenggara, pihaknya tunduk dan patuh atas keputusan pemerintah.

Soal kepastian kapan pelaksanaan Pilkada serentak, Faridl mengatakan tetap menunggu petunjuk dari KPU Pusat dan DPR RI soal kebijakan tersebut.

Mengenai dengan permintaan komisi II DPR RI soal anggaran Pilkada serentak di provinsi, kabupaten dan kota digunakan sementara untuk percepatan penanganan COVID-19, mantan Badan Pekerja LBH Makassar ini mengatakan tetap menunggu petunjuk dan arahan dari pusat.

Untuk anggaran Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar diketahui dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NHPD) sebesar Rp78 miliar, dan rencana ada penambahan Rp9,4 miliar untuk membayarkan kenaikan honorarium petugas Adhoc PPK dan PPS sesuai instruksi Kementerian Keuangan.

Sebelumnya, KPU RI bersama Bawaslu dan DPR RI menyepakati penundaan Pilkada serentak tahun 2020. Bahkan anggaran Pilkada serentak pada 270 daerah di Indonesia rencana dialihkan untuk penanganan COVID-19.

”Rapat Dengar Pendapat menyepakati penundaan Pilkada serentak termasuk anggaran Pilkada yang belum terpakai perlu direlokasi Pemda masing-masing untuk penanganan pandemi COVID-19. Semua sepakat pandemi didahulukan dibandingkan konstestasi politik,” kata Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi di Jakarta.

Selain itu mencuat tiga opsi penundaan Pilkada serentak yakni, tiga bulan kedepan atau pada 9 Desember 2020, enam bulan kedepan atau 17 Maret 2021, dan ditunda satu tahun hingga 29 September 2021. (ant)

Komentar

News Feed