oleh

Tujuh Proyek Mark Up dan Fiktif di Desa Bababulo

MAJENE–Penyelidikan dugaan korupsi dana desa Bababulo, Kecamatan Pamboang, Majene, terus berjalan. Indikasinya, penggelembungan anggaran proyek telah membuahkan hasil.

Kasat Reskrim Polres Majene AKP Pandu Arif Setiawan mengatakan, tim penyidik sudah memeriksa sejumlah proyek yang diduga mark up dan fiktif. Hasilnya, ditemukan tujuh pekerjaan yang realisasinya tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dugaan korupsi ini adalah kegiatan tahun anggaran 2018.

Kerugian negara yang ditimbulkan, menurut Pandua, lebih dari Rp200 juta. Tapi itu masih perhitungan sementara dan diduga angkanya masih bertambah. “Kami ajukan ke BPKP Sulbar untuk audit, guna memastikan jumlah kerugian keuangan negara yang ditimbulkan kasus ini,” jelasnya.

Mengenai tersangka, Pandu menyatakan belum satupun yang ditetapkan. Penetapan tersangka akan dilakukan jika hasil audit BPKP sudah ada. “Kalau yang dicurigai sudah ada, tapi belum ditetapkan sebagai tersangka,” terangnya.

Pastinya, Satreskrim Polres Majene, tetap berupaya keras menyelesaikan kasus tersebut secepatnya. “Semoga penyelidikan ini segera terungkap siapa tersangkanya,” tutupnya. (*)

Komentar

News Feed