oleh

Toyota Dream Car Art Contest Virtual Membakar Antusiasme Anak Indonesia

JAKARTA–Patut diapresiasi. Pandemi COVID-19, bukan halangan bagi Toyota-Astra Motor dalam menggelar event. Lomba menggambar virtual bagi anak-anak mendapat sambutan luar biasa. Peserta Toyota Dream Car Art Contest (TDCAC) Virtual, cukup tinggi. Hingga, mampu membakar antusiasme anak-anak Indonesia.

Lomba yang kini memasuki tahap penilaian dan penjurian ini. Pemenangnya juga akan diumumkan secara virtual. Hal ini dilakukan panitia untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini dan demi menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan semua pihak yang terlibat dalam aktivitas ini.

”Kami merasa bangga karena mimpi anak-anak ini juga menjadi salah satu inspirasi kami dalam mengembangkan kebutuhan mobilitas. Bahkan Toyota juga banyak belajar dari karya mereka semua, untuk mengetahui harapan mobilitas di masa depan, termasuk dalam menghadirkan kendaraan yang eco-friendly,” jelas President Director PT Toyota-Astra Motor, Susumu Matsuda, Rabu 18 November.

Menurut Matsuda, walau di tahun ini penyelenggaraan TDCAC (Toyota Dream Car Art Contest) di tengah berbagai keterbatasan akibat COVID-19. Namun animo yang anak-anak terhadap TDCAC tidak berkurang sama sekali. Justru semakin besar. ”Lebih dari 8.300 karya masuk ke komite TDCAC 2020, naik lebih dari 10 % dibandingkan dengan jumlah karya pada kontes tahun lalu,” ungkap Matsuda.

TDCAC kali ini terbagi tiga kategori usia. Kategori satu, peserta berusia di bawah delapan tahun. Kategori dua untuk usia 8—11 tahun. Dan kategori tiga untuk usia antara 12—15 tahun.

Juri kontes antara lain, Shahnaz Haque. Syahnaz, tidak hanya public figure, namun juga pemerhati anak-anak. Dan, Anto Motulz, merupakan praktisi di bidang gambar dan social media, perwakilan dari Majalah Bobo, serta perwakilan dari Toyota-Astra Motor.

Para juri memilih tiga pemenang tingkat nasional untuk masing-masing kategorinya. Ke-9 karya pemenang tersebut dikirim ke Jepang pada Februari 2021 untuk mewakili Indonesia mengikuti kompetisi di tingkat global.

”Semoga kondisi saat ini tidak menyurutkan keceriaan, semangat, dan antusias anak-anak Indonesia dalam berkreasi tentang harapan mobilitas di masa depan. Dan semoga tahun ini anak-anak Indonesia bisa meneruskan apa yang sudah dicapai di tahun–tahun sebelumnya, membawa nama Indonesia ke kancah global,” icap Matsuda.

Sejak digelar pertama kali oleh Toyota Motor Corporation pada 2004, Indonesia sudah 8 kali berpartisipasi pada Toyota Dream Car Art Contest, yaitu pada 2008, 2011, 2012, 2015, 2016, 2017, 2018, dan 2019. Dari ajang tersebut, Indonesia berhasil menorehkan prestasi yang baik.

Dalam dua tahun berturut-turut pada 2017 dan 2018, karya anak Indonesia bahkan berhasil mendapatkan penghargaan tertinggi di tingkat global yaitu Best Engineering Award dan karya gambarnya dibuatkan mockup (miniatur diorama) kendaraan oleh Toyota Motor Corporation.

Pada 2017, Faisal Fatahillah berhasil meraih Best Engineering Award dengan karya berjudul “Note Car”. Adapun pada 2018, Xylone Margareth Andariska dengan karya berjudul “Alphabet Car”, memenangkan dua penghargaan yaitu Best Engineering Award dan Gold Award untuk kategori satu. Tahun lalu, Damion Deven juga berhasil memenangkan Gold Award di kategori dua. ****

Komentar

News Feed