oleh

Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa Kembali ke Jalan

TOPOYO – Pengesahan Undang-undang (UU) Cipta Kerja oleh Presiden RI, beberapa hari lalu, memantik sejumlah mahasiswa Mamuju Tengah (Mateng) kembali turun ke jalan, Senin 9 November.

Salah satu diantaranya, adalah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mateng. Sejumlah massa dari organisasi ini melakukan aksi damai meneriakkan penolakan terhadap undang-undang omnibus law tersebut. Aksi dimulai pukul 16.00 wita hingga 17.50 wita. Berlangsung di tugu Benteng Kayu Mangiwang, atau di pusat kota Mateng.

Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa Kembali ke Jalan

Koordinator Lapangan (Korlap) Eriyanto, mengatakan, target tuntutan dalam aksi damai itu agar Undang-undang Cipta Kerja dicabut. Karena poin-poinnya sangat berpotensi menyengsarakan rakyat, khususnya petani dan buruh.

“Untuk saat ini, kami hanya berorasi di depan masyarakat Mateng. Kemudian besok-besok, baru menuju gedung DPRD Mateng,” tegas Eriyanto.

Ia mengaku, dalam pekan ini seluruh aliansi mahasiswa yang tergabung dalam penolakan Omnibuslaw, sedang melakukan konsolidasi dan aksi damai di masing-masing cabang atau di enam kabupaten di Sulbar.

Selanjutnya hasilnya akan kembali dibahas dan ditindakalnjuti. Mereka akan bersatu melakukan aksi besar-besaran di gedung DPRD Sulbar.

Ia berharap, bersama aliansi mahasiswa dan buruh yang nantinya ikut bergabung juga, bisa terealisasi aksi penolakan UU Cipta Kerja.

Massa aksi kemudian kembali bubar dengan damai dan dikawal oleh sejumlah aparat kepolisian Polres Mateng. (m6/dir)

Komentar

News Feed