oleh

TMMD 112 Kodim 1428 Mamasa, Bangun Negeri Dari Pinggiran

SEBAGAI wujud pengabdian, dalam semangat membangun kebersamaan dan solidaritas, jajaran TNI-Polri dan masyarakat terus berupaya mewujudkan sinergi membangun negeri melalui TMMD. Melalui pembangunan fisik dan non fisik, meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Laporan: Zul Fadli, Mamasa

Tentara Nasional Indonesia (TNI) tentunya lahir dalam kancah perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan dari ancaman para penjajah melalui kekerasan senjata.
5 Oktober menjadi hari bersejarah bagi TNI, sekaligus jadi saksi lahirnya bangsa Indonesia. Meski, dalam perkembangannya TNI terus bertranformasi sejak Orde Lama, ke Orde Baru hingga Era Reformasi.

Di tahun 1980 Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) hingga selama ini telah turut serta aktif membantu pembangunan daerah. Yang saat ini kemudian berubah nama atau bertranformasi menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Para pasukan yang piawai memainkan senjata ketika di medan perang, bahkan tak kalah pandainya saat bekerja menggunakan skop dan alat pertukangan dalam program TMMD ke-112 Kodim Mamasa di Desa Banea Kecamatan Sumarorong.

Jumat 17 September, di ibukota Mamasa yang jaraknya sekitar 55 kilometer hingga ke lokasi TMMD ke-112 Kodim Mamasa di Desa Banea, Kecamatan Sumarorong. Dari total 168 desa di Mamasa, hanya Desa Banea yang terpilih menjadi lokasi TMMD ke-112 Kodim 1428 Mamasa.

Tentunya, Kepala Desa Banea Thomas Tato menyambut baik TMMD ke-112 1428 Kodim Mamasa yang dilaksanakan di wilayahnya. Masuknya TMMD ke-112 Kodim 1428 Mamasa bagaikan seseorang yang sedang bermimpi di siang bolong. “Saya tak menyangka akan ditempatkan di sesa ini. Ini bagaikan mimpi,” terangnya kepada Radar Sulbar, Jumat 17 September.

Bagaimana tidak, dengan ditunjuknya lokasi TMMD ke-112 Kodim 1428 Mamasa di Desa Banea yang melibatkan 150 personil TNI-Polri, setiap harinya berjibaku dengan warga setempat demi menyelesaikan pekerjaan.

Selain membuka akses jalan dan pembangunan fisik, program TMMD ini juga tentu dapat memajukan sektor pariwisata. Dikarenakan Desa Banea memiliki berbagai spot wisata. Salah satunya, air terjun Salu Dambu.

Dengan pelebaran jalan, memudahkan masyarakat Desa Banea dalam mengangkut hasil kebun ke ibu kota Kecamatan Sumarorong. Pasalnya, Desa Banea juga merupakan penghasil alpukat terbesar di Kabupaten Mamasa. Yang merupakan jenis alpukat yang diminati oleh masyarakat.

Komentar

News Feed