oleh

Terpidana Kasus PLTMH Serahkan Uang Pengganti Rp 1,3 Miliar

PASANGKAYU – Terpidana kasus korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Rachmat SR Sampetoding, menyerahkan uang pengganti sebesar Rp 1.355.088.182 ke Kejari Pasangkayu.

Itu dilakukan mengikuti perintah putusan pidananya yang telah berkekuatan hukum tetap dari Mahkamah Agung (MA). Uang pengganti tersebut dierahkan melalui pihak keluarga terpidana, Senin 1 Februari 2021.

Terpidana Kasus PLTMH Serahkan Uang Pengganti Rp 1,3 Miliar

Kajari Pasangkayu Imam MS Sidabutar menerangkan, selain pidana uang pengganti, terpidana juga kini tengah menjalani penahanan badan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Makassar.

“Kajati Sulbar bapak Johny Manurung memerintahkan agar uang pengganti segera dibayarkan. Dengan dibayarnya uang pengganti ini, maka terpidana tidak lagi menjalani hukuman subsidernya selama tiga tahun penjara,” terang Imam MS Sidabutar.

Diterangkan, Rachmat SR Sampetoding sendiri didakwa melakukan korupsi pada proyek pengadaan bantuan peningkatan infrastruktur PLTMH di Desa Bulubonggu Kecamatan Dapurang Kabupaten Pasangkayu pada tahun 2009 silam, dengan nilai kontrak pekerjaan sebesar Rp 1,6 miliar lebih. Atas perbuatannya negara ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp 1,4 miliar lebih.

Berdasarkan putusan MA, Rachmat SR Sampetoding yang dalam kasus ini bertindak sebagai Kuasa Konsorsium PT. Abaditra Buana Suprindo – PT. Yudha Nusantara Indah – PT. Pupli, dipidana penjara selama tujuh tahun, dan denda sebesar Rp 200 juta, kemudian dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp 1.355.088.182.

Hadir pula dalam penyerahan itu, Kasi Pidsus Hendryko Prabowo dan Kasi Intel Fauzipaksi. (has/ham)

Komentar

News Feed