oleh

Terpidana Kasus Benih Padi Serahkan Uang Denda

PASANGKAYU – Terpidana kasus korupsi pengadaan bantuan budidaya benih padi produktivitas (intensifikasi) dan benih padi perluasan (ekstensifikasi) atas nama Muh. Alwi. menyerahkan uang denda sebesar Rp 50 juta rupiah ke Kejari Pasangkayu, Rabu 6 Januari 2021.

Pembayaran itu dilakukan karena putusan hukum atas terpidana telah memperoleh kekuatan hukum tetap dari Mahkamah Agung (MA).

“Hari ini kami telah menerima uang denda atas nama terpidana Alwi kaitanya dengan penaganan perkara tipikor pengadaan benih padi yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap beradasarkan putasan Mahkamah Agung. Uang denda diserahkan oleh keluarga dari Alwi,” sebut Kajari Pasangkayu Imam MS Sidabutar.

Kata dia, uang denda itu selanjutnya akan disetor ke kas negara. Imam menyampaikan terima kasih atas kepatuhan terpidana Muh. Alwi menjanlankan hukuman yang dijatuhkan kepadanya.

Di ketahui, Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Mamuju terkait kasus pengadaan benih padi yang membelit terpidana Alwi. Bersangkutan dijatuhi hukuman penjara dua tahun enam bulan penjara, denda sebesar Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.

Pengadaan bantuan budidaya benih padi produktivitas (intensifikasi) dan benih padi perluasan (ekstensifikasi) program tanam jajar legowo di Kabupaten Pasangkayu pada Dinas Pertanian dan Peternakan Sulbar tahun 2016 lalu telah menjerat dua orang terpidana yakni Muh Alwi dan Wawan Gunawan.

Hukuman keduanya divonis berbeda, Wawan Gunawan divonis tiga tahun delapan bulan, denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan.

“Kami masih menunggu putusan Mahkamah Agung dari Wawan Gunawan, namun yang bersangkutan telah membayar uang pengganti sekira Rp 500 juta lebih. Sekarang sudah ada di rekening penerimaan kami,” pungkas Imam MS Sidabutar. (has/ham)

Komentar

News Feed