oleh

Terlibat Korupsi Dana Desa, Kejari Tahan Kades Tamalantik

MAMASA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa menahan Kepala Desa (Kades) Tamalantik Kecamatan Tandukaluak Kabupaten Mamasa, Cakra Buana karena diduga melakukan tindak pidana korupsi. Penahanan ini dilakukan setelah penyidik Kejari Mamasa menaikkan status Kades Tamalantik menjadi tersangka penyalahgunaan dana desa tahun 2018 lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mamasa Erianto L Paundanan mengaku pihaknya telah menetapkan tersangka Cakra Buana yang merupakan Kepala Desa Tamalantik atas dugaan penyalahgunaan dana desa tahun 2018. Berdasarkan hasil penyelidikan pihak penyidik Kejari Mamasa menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp450 juta lebih.

“Kami menemukan adanya kerugian negara hampir mencapai setengah miliar. Kemungkinan kerugian negara masih bisa bertambah karena masih sementara proses pemeriksaan,” terang Erianto L Paundanan, Rabu 25 November.

Sehingga kata Erianto, pihak Kejari melakukan penahanan kepada tersangka. Penahanannya dititip di Polres Mamasa selama 20 hari atau sampai 14 Desember.

“Kami kejaksaan berpikiran untuk penahan tersangka, karena beranggapan dari pada kerugian negara terulang kembali, sehingga kita tahan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, hal itu dilakukan agar tersangka tidak mencoba untuk melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti.

Kepala Seksi Intelejen Kejari Mamasa, Andi Dharman menjelaskan menahan oknum Kades Tamalanitik dilakukan setelah pemeriksaan, Rabu 25 November pukul 10.00 Wita yang dilakukan penyidik Kejari di ruang khusus.

“Hari ini juga kami melakukan penahanan terhadap oknum Kades Tamalantik Cakra Buana terkait penyalahgunaan dana desa. Penahanannya kami titip sementara di sel tahanan Mapolres Mamasa,” tambahnya.

Kata dia lanjut, dari hasil pemeriksaan, Kades Tamalantik dinyatakan sebagai tersangka atas dugaan penyalahgunaan dana desa tahun anggaran 2018 yang merugikan negara sebesar Rp454 juta. Dimana beberapa item pekerjaan dilakukan kepala desa merugikan negara. Yaitu pekerjaan fisik rabat beton, talud dan honor perangkat desa.

“Besok (hari ini) kita rencana lakukan pemeriksaan lanjutan,” ujar Andi Dharman.

Ia menambahkan Kejari Mamasa menargetkan kasus ini dilimpahkan pekan depan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mamuju.

“Dalam waktu dekat penahanannya akan dilimpahkan di Rutan Mamuju,” tambahnya. (r4/mkb)

Komentar

News Feed