oleh

Terkait Jembatan Timbang TBS, Koperindag Pasangkayu Sampaikan Klarifikasi

PASANGKAYU — Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (Koperindag) Pasangkayu, memberi klarifikasi terkait data jembatan timbang yang sudah melalui tera dan belum.

Kasi Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian, Bidang Perdagangan, Dinas Koperindag Pasangkayu Anton mengatakan, data yang ia berikan kepada Radar Sulbar untuk di publikasikan dan terbit pada hari Selasa 7 September itu adalah hasil tera atau uji kelayakan pada tahun 2020.

“Kami meminta maaf kepada Radar Sulbar dan pemilik timbangan, karena data yang kami berikan untuk dipublikasikan itu adalah data tahun 2020. sementara tahun 2021 ini kami sudah melakukan tera ulang,” terang Anton, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 7 September 2021.

Jembatan timbangan yang sudah ditera tahun 2021 yakni PT Widasa Berjaya Bangun Indo di Batuoge Kecamatan Pedongga, PT Widasa Berjaya Bangun Indo di Desa Dapurang Kecamatan Dapurang, CV. Alam Sawit Sejahtera di Desa Martasari Kecamatan Pedongga, CV. Jaya Amini Group di Desa Kasoloang Kecamatan Bambaira, dan Kelompok Tani Tunas Muda di Desa Lariang Kecamatan Tikke Raya.

Sedangkan jembatan timbangan yang sudah ditera tahun 2020, tapi per Agustuas 2021 per belum diuji kelayakannya yakni CV. Maju Bersama Bangun Indo di Desa Polewali Kecamatan Bambalamotu, CV Samboja Agro Persada di Desa Pajalele Kecamatan Tikke Raya.

Sementara yang belum melalui uji kelayakan sama sekali yakni CV. Buana Lestari di Desa Martajaya, Kecamatan Pasangkayu, Karisma Najwa di Desa Tikke Kecamatan Tikke Raya, dan CV. Lariang Indah di Desa Batu Matoru Kecamatan Lariang, serta Usaha Bersama di Desa Pedanda Satu Kecamatan Pedongga, CV. Lariang Jaya di Desa Batu Matoru, Kecamatan Lariang dan satu lagi di Desa Ako Kecamatan Pasangkayu tanpa nama perusahaan.

“Jadi total jembatan timbangan yang sudah kami data itu sebanyak 13 tempat dan yang sudah ditera ulang tahun 2021 ini baru ada lima tempat,” jelasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya Anton mengaku telah mendatangi pemilik jembatan timbangan, dengan tujuan mengingatkan agar segera melakukan uji kelayakan. Namun niatnya tersebut tidak digubris dengan baik, bahkan ada yang beralasan belum memiliki dana. Padahal usaha pembelian TBS tersebut telah lama beroperasi.

“Apabila sudah sering diingatkan, namun pemilik jembatan timbangan belum mau melakukan tera, kami akan menyurati ke Dinas PTSP untuk mencabut izin operasinya,” tegas Anton.

Biaya yang harus dikeluarkan setiap melakukan tera hanya Rp 4 juta lebih. Dinas Koperindag menggandeng Badan Meteorologi dari Palu, Sulteng, karena di Pasangkayu belum memiliki alatnya.

“Selain tidak adanya alat yang kita miliki, kami juga kekurangan SDM. Sehingga kami memilih bekerja sama dengan metereologi dari Palu, karena selain jarak tempuhnya dekat biaya yang dikeluarkan oleh pemilik timbangan juga murah jika dibandingkan kita datangkan dari Mamuju dan Makassar,” pungkasnya. (asp/ham)

Komentar

News Feed