oleh

Terjebak Banjir, Menginap di Rumah Warga

Terjebak Banjir, Menginap di Rumah WargalTARGET capaian vaksinasi di Kabupaten Polewali Mandar terus digenjot. Berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam mencapai target vaksinasi Covid-19 sebesar 70 persen pada akhir tahun .

Laporan : Muh Amri Makkaruba
– Polewali Mandar

Dibalik upaya tersebut banyak cerita yang mengiringi para tenaga kesehatan dan instansi terkait seperti Polri dan TNI dalam berjuang agar target 70 persen akhir tahun dapat tercapai. Perjuangan mereka mengusir pandemi Covid-19 patut diapresiasi karena rela berkorban agar masyarakat dapat terbebas dari pandemi Covid-19.

Seperti perjuangan tenaga medis dari Puskesmas Mapilli Kabupaten Polewali Mandar. Pekan lalu mereka melakukan vaksinasi di Desa Sattoko Kecamatan Mapilli.

Kepala Puskesmas Mapilli, Saldi Kursani menceritakan perjuangannya melakukan vaksinasi agar capaian target di wilayahnya tercapai. Petugas medis dari Puskesmas Mapilli yang dia pimpin saat melakukan vaksinasi terjebak banjir. Berawal ketiga masyarakat Desa Sattoko menginginkan dilakukan vaksinasi sore hari, alasannya karena pagi hari mereka bekerja di sawah dan kebun. Sehingga dipilih waktu sore untuk vaksinasi.

Saat petugas Puskesmas Mapilli berangkat ke Sattoko menggunakan kendaraan pribadi kepala puskesmas sore itu. Kondisi cuaca masih cerah, tetapi saat memasuki Desa Sattoko mulai mendung dan hujan. Air sungai Mandar mulai meluap sehingga jalan di desa tersebut tergenang banjir. Bahkan kendaraan yang ditumpagi petugas Puskesmas Mapilli terjabak banjir. Untungnya kata Saldi, masyarakat bergotong royong mengevakuasi kendaraan tumpangan petugas medis dengan cara ditarik dan didorong ke tempat aman agar tak hanyut.

“Ketika kami baru memasuki Desa Sattoko tiba tiba hujan lebat dan air sungai meluap. Sehingga kendaraan kami terjebak di jalan karena air sungai naik. Dengan bantuan masyarakat kendaraan saya berhasil dievakuasi dan peralatan medis serta vaksin bisa diamankan,” beber Saldi saat di temui di Puskesmas Mapilli, Selasa 14 Desember.

Sore itu, kata dia terpaksa pelaksanaan vaksinasi ditunda dialihkan ke malam hari. Petugas medis Puskesmas Mapilli bahkan terjebak banjir hingga bermalam di Desa Sattoko. Kegiatan vaksinasi kemudian dialihkan malam hari karena situasinya tidak memungkinkan dilaksanakan sore hari.

“Walaupun kami terjebak banjir dan harus bermalam di rumah warga, tetapi kesyukuran kami sebagai petugas kesehatan animo masyarakat untuk divaksin Covid-19 sangat antusias,” ujarnya.

Bukan hanya itu, berbagai perjuangan vaksinator Puskesmas Mapilli mengejar target capaian vaksinasi. Bahkan saat mengunjungi warga di lokasi vaksin penuh perjuangan memberikan sosialisasi dan pengertian agar warga mau divaksin.

“Sebagian masyarakat enggan divaksin, tetapi dengan upaya pendekatan persuasif dari petugas Puskesmas Mapilli mereka akhirnya mau divaksin. Itu salah satu suka duka kami petugas di lapangan mengejar target vaksinasi agar kekebalan tubuh masyarakat dari acaman Covid-19 bisa teratasi,” beber Saldi.

Puskesmas Mapilli mendapat target sebanyak 23 ribu warga harus divaksin. Sehingga mereka menggenjot capaain tersebut, hingga pekan kedua Desember ini baru mencapai 42 persen. Tetapi Puskesmas Mapilli sangat optimis bisa mencapai 70 persen karena pelaksanaan vaksinasi dilakukan siang malam mengejar target capaian.

Lain lagi cerita perjuangan tim vaksinator Puskesmas Tutar bersama Polsek Tutar mencangkau desa terjauh dan terpencil. Belasan tenaga medis dan anggota Polsek Tutar menggeber motor trail di bawah guyuran hujan deras untuk menuju tiga desa terpencil, pekan lalu. Beberapa diantaranya harus jatuh bangun, ketika melintasi jalan pegunungan yang menanjak, becek dan licin.

Walau perjalanan yang dilalui sangat berat, tidak menyurutkan semagat mereka untuk mencapai tujuan. Mereka bahu membahu menaklukkan jalan ekstrim, mengevakuasi sepeda motor melewati sejumlah rintangan.

Mereka melakukan perjalanan menuju tiga desa pedalaman terjauh di Kabupaten Polewali Mandar, untuk melakukan pelayanan vaksinasi Covid-19. Ketiga desa dimaksud diantaranya, Desa Ratte, Desa Besoangin Induk dan Desa Besoangin Utara.

Dalam beberapa potongan video pendek yang beredar luas di media sosial, terlihat pula anggota tim yang harus menyeberangi sejumlah sungai. Berulang kali tim juga harus bertaruh nyawa, ketika menerobos arus sungai yang sedang meluap.

Karena perjalanan bermotor ini melintasi sejumlah medan berlumpur, membuat sejumlah anggota tim vaksinator bersama polisi yang melakukan pengawalan, harus bermandikan lumpur.

Kapolsek Persiapan Tutar, Ipda Slamet Sutopo mengatakan, perjalanan menuju tiga desa terjauh untuk mengawal dan melaksanakan pelayanan vaksinasi, berlangsung Sabtu dan Minggu lalu. Perjalanan bermotor ini berlangsung hingga malam hari. Melewati medan sejauh 30 kilometer.

“Kita berangkat sekira jam tujuh pagi, karena medannya jauh dan wilayahnya termasuk desa terjauh. Yang pertama kita datangi adalah Desa Besoangin Induk, kemudian Desa Ratte lalu Desa Besoangin Utara,” ujar Slamet saat dikonfirmasi wartawan akhir pekan lalu.

Ipda Slamet membeberkan kondisi medan yang dilalui rusak parah, akibat tingginya intensitas hujan. Ia menyebut sejumlah sungai juga harus diseberangi, serta jalur darat yang ekstrim.

“Perjalanan yang kita lewati medannya memang ekstrim, beberapa kali kita seberangi sungai kemudian jalan darat yang juga 80 persen pegunungan. Karena curah hujan tinggi, membuat jalannya berlumpur, hingga membutuhkan perjuangan yang luar biasa,” bebernya.

Menurut Ipda Slamet, sesampainya di lokasi tim vaksinator hanya beristirahat sejenak. Pasalnya, sudah banyak warga yang menunggu dan terus berdatangan kendati hujan mengguyur

“Jam delapan malam kita sampai. Tim hanya istirahat setengah jam, setelah itu langung melakukan pelayanan vaksinasi, karena antusias masyarakat yang terus berdatangan, meski dalam kondisi hujan,” tuturnya.

Diakui, dalam perjalanan selama dua hari menuju tiga desa terjauh itu, Tim vaksinator berhasil memberikan suntikan vaksin kepada sedikitnya 1.448 warga. Masih banyak warga belum menerima vaksin karena waktu terbatas.

“Rencana kami akan kembali ke sana, karena kemarin itu masih banyak warga yang ingin divaksin, sementara vaksin yang kami bawa hanya 1.500 vial. Sehingga kami batasi jumlah warga, waktu yang kami agendakan juga mepet,” tutup Slamet.

Selain itu dalam upaya mempercepat pembentukan herd immunity di tengah masyarakat, Polsek Tutar Polres Polman yang bekerja sama dengan Puskesmas Tutar gencarkan vaksinasi di malam hari.

Warga antusias mengikuti pelaksanaan vaksinasi, hingga pukul 20.00 Wita. Ratusan masyarakat masih mengantri untuk mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19. Personel Polsek Tutar Aipda Surman menambahkan kegiatan ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan atau vaksinasi Covid-19. Petugas memilih malam hari karena kebanyakan warga jika pagi hari mereka bekerja di sawah dan ladangnya.

“Jika pagi hari mayoritas masyarakat disibukkan dengan aktivitas ataupun pekerjaan. Sehingga sulit untuk mendapatkan pelayanan vaksinasi yang sejatinya hanya di dilakukan pada pagi hari. Untuk itu kami bersama Puskesmas Tutar memberikan kesempatan kepada masyarakat mendapatkan pelayanan vaksinasi pada malam hari,” terang Aipda Surman.

Hal sama dilakukan Puskesmas Anreapi Kabupaten Polman mencapai target vaksinasi akhir Desember 2021. Pelayanan vaksinasi bukan hanya dilakukan di puskesmas tetapi tim vaksinator melakukan jemput bola ke daerah terpencil dan pegunungan. Vaksinasi jemput bola ini menyasar warga yang berada di dusun terpenci. Hal ini dilakukan agar mempercepat pelayanan vaksin guna meraih target vaksin 70 persen diakhir tahun.

Petugas vaksinator Puskesmas Anreapi melakukan sistem jemput bola menyasar warga di Dusun Rarekang Desa Kunyi serta Dusun Beluak Desa Duampanua Kecamatan Anreapi.

Kepala Puskesmas Anreapi, drg Indrawati mengatakan tim vaksinator jemput bola langsung ke masyarakat karena warga kesulitan ke puskesmas karena aktivitas mereka bertani dan berkebun setiap hari. Sehingga vaksinator Puskesmas Anreapi langsung mengunjungi mereka secara langsung ke tempat tinggalnya.

“Upaya jemput bola ini dilakukan untuk memudahkan warga mendapatkan vaksinasi Covid-19. Karena banyak warga yang tidak sempat ke Puskesmas untuk divaksin. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi capaian target vaksin 70 persen di wilayah kerjanya. Mengingat capaian di wilayahnya masih rendah dan baru mencapai 45 persen.

Selain kesadaran warga yang masih minim, letak geografis menjadi tantangan tersendiri bagi tim vaksinator puskesmas Anreapi mencapai target vaksinasi. Apalagi di musim penghujan dan warga yang sebagian besar bekerja sebagai petani akan meninggalkan rumah ke kebun dan sawah untuk bercocok tanam sehingga tak sempat ke puskesmas untuk vaksin. Puskesmas bekerjasama Bhabinkamtibmas dan Babinsa bergerak menjemput warga yang tengah bekerja di kebun dan sawahnya agar mau divaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Polman Andi Suaib Nawawi mengapresiasi perjuangan sejumlah petugas medis tim vaksinator maupun aparat TNI-Polri yang berjuang mencapai target vaksinasi di Kabupaten Polman. Hingga awal Desember 2021 ini, capaian vaksinasi di Kabupaten Polman masih rendah baru mencapai 43,42 persen atau 160.690 orang dosis pertama dari target 370.054 sasaran. Sementara dosis kedua mencapai 82.839 orang atau 22,39 persen. Pemkab Polman dibantu TNI Polres terus mengenjot capaian vaksinasi. Termasuk melakukan undian door prize bagi peserta vaksinasi berupa dua unit motor dan puluhan barang elektronik yang akan diundi akhir tahun. Door prize ini merupakan salah satu upaya agar warga tertarik untuk divaksin sehingga target 70 persen dapat terwujud. (*)

Komentar

News Feed