oleh

Tenaga Medis Kewalahan Tangani Pasien, Sugianto: Ini Tidak Bisa Dibiarkan

MAMUJU – Ketua Komisi I DPRD Mamuju, Sugianto bersama Anggota DPRD Mamuju lainnya Yani Baharuddin, mengunjungi RSUD Mamuju.

Keduanya hendak melihat langsung kondisi pelayanan pasca mogoknya ratusan tenaga medis. Dalam kunjungan tersebut mereka mendapati tenaga medis yang kewalahan menangani pasien.

“RSUD Mamuju memerlukan perhatian dan penanganan yang serius. Bukan hanya pasien yang mengeluh dengan pelayanan, tetapi tim medis juga kewalahan,” kata Sugianto, di RSUD Mamuju Selasa 24 Agustus.

Sugianto mengaku kaget mendapati empat pelayanan disatukan dalam satu gedung. “Bukan karena gempa, tapi memang tenaga medisnya kurang,” jelasnya.

Ia berencana bakal memanggil semua pihak yang terlibat dalam masalah tersebut, untuk duduk mencari jalan keluar. Sekaligus akan mempertanyakan hasil audit Inspektorat Mamuju yang sebelumnya diperintahkan oleh Wakil Bupati Mamuju.

“Supaya secepatnya ada kepastian, ini tidak boleh dibiarkan yang seperti ini,” tegas Sugianto.

Sementara Yani Baharuddin mengatakan, tenaga medis non-ASN yang mogok itu sebetulnya menunggu kepastian atas status mereka. Mereka kompak untuk tetap mogok, sampai ada kepastian dari pemerintah.

Komentar

News Feed