oleh

Tenaga Kesehatan Daerah Dilatih Lacak Kontak

JAKARTA–Kementerian Kesehatan memberikan pelatihan terhadap tenaga kesehatan di 51 kabupaten/kota di 10 provinsi prioritas. Ini dilakukan dalam upaya pencegahan transmisi kasus COVID-19 dengan penemuan kasus baru secara cepat.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Muhammad Budi Hidayat, mengatakan tren kasus baru COVID-19 di Indonesia mulai menurun. Namun hal tersebut tidak menggambarkan kasus penularan yang terjadi secara riil di lapangan.

Tenaga Kesehatan Daerah Dilatih Lacak Kontak

Dia menegaskan pelacakan kontak erat pasien COVID-19 hingga ditemukannya kasus positif harus ditindaklanjuti dengan karantina atau isolasi mandiri. Tujuannya agar tidak terjadi penularan.

”Berbagai upaya telah ditempuh oleh pemerintah untuk menghambat dan menghentikan transmisi penularan. Melalui deteksi dini, skrining gejala, skrining faktor risiko, isolasi mandiri atau karantina sesuai berat ringannya gejala. Pelacakan kontak yang jadi titik kritis mulai dari pendataan kontak, karantina kontak, dan pemantauan kondisi kesehatannya,” kata Budi di Jakarta, Selasa 3 November.

Dia menekankan pada setiap tenaga kesehatan di daerah untuk memperhatikan masa inkubasi virus di dalam tubuh manusia sebelum akhirnya memunculkan gejala. Selain itu, dia mengingatkan masa penularan yang rentan terjadi saat seseorang dalam masa inkubasi virus Corona.

Menurut Budi, koordinasi dan kolaborasi antar kementerian-lembaga pusat maupun daerah berdasarkan pedoman yang berlaku. “Selain itu perlu adanya monitoring dan supervisi dari tingkat terkecil. Yaitu mulai dari Puskesmas di Kabupaten-Kota hingga pusat. Dalam hal ini Pemerintah juga selalu mengingatkan pentingnya disiplin 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak). Ini penting untuk mencegah terjadinya penularan,” pungkasnya. (rh/fin)

Komentar

News Feed