oleh

Teddy Gusnaidi Menilai Calon Kepala Daerah tak Berani Kutuk FPI Karena Takut Kehilangan Suara

JAKARTA- Dewan Pakar PKPI, Teddy Gusnaidi menilai, para calon kepala daerah dalam pilkada 2020, tidak ada yang berani berbicara dan mengutuk organisasi keagamaan seperti Front Pembela Islam dan Hizbut Tahtir (HTI).

“Pilkada 9 Desember 2020, beranikah para calon kepala daerah mengutuk FPI, Hizbut Tahrir, ISIS dan organisasi lainnya yang membuat keresahan di negara ini? Saya yakin tidak berani, Karena mereka takut kehilangan suara kelompok-kelompok tersebut,” ujar Teddy Gusnaidi lewat keterangan persnya, Senin (23/11).

Teddy bilang, jika para calon kepala daerah bicara keberagaman dan toleransi dalam kampanye, itu hanya retorika semata. Tetapi mereka tidak berani bertindak.

“Mereka tidak mungkin melakukan hal tersebut jika saat ini tidak berani menentang FPI, Hizbut Tahrir, ISIS dan kelompok yang membuat resah lainnya,” ucap Teddy.

Teddy Gusnaidi mengatakan, hancurnya keberagaman dan tumbuhnya kelompok-kelompok yang membuat resah di Indonesia, 90% disebabkan oleh Pilkada langsung.

“Selain masyarakat saling sikut karena pilihan, Para kepala daerah juga punya kepentingan politik membiarkan kelompok-kelompok yang membuat resah itu berkembang,” paparnya.

Kata dia, negara ini akan terus gaduh jika Pilkada langsung terus digunakan dan kelompok-kelompok yang membuat resah akan terus berkembang karena suara mereka dibutuhkan oleh para calon kepala daerah.

“Mari setiap daerah menantang para calon kepala daerah membuat pernyataan tertulis di atas materai, bahwa jika mereka menjadi kepala daerah, mereka pastikan di daerah mereka tidak akan ada FPI, Hizbut Tahrir, ISIS dan kelompok yang meresahkan lainnya” pungkasnya. (dal/fin).

Komentar

News Feed