oleh

Tasbih Modern

SELURUH makhluk di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah, Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.

Ayat pertama pada QS. Al-Hadid (57) ini menegaskan bahwa semua yang diciptakan Allah, baik di langit maupun di bumi. Seperti binatang, tumbuh-tumbuhan, batu dan lain yang bernyawa atau pun tak bernyawa bertasbih pada Allah.

Secara bahasa, tasbih berasal dari kata sabbaha, yusabbihu, tasbih yang berarti berenang dan terbang. Tasbih juga bermakna segera pergi untuk beramal dalam rangka menyembah Allah. Sedangkan secara terminologi makna tasbih adalah menyucikan Allah SWT dari segala keburukan dan dari segala perbuatan ataupun sifat yang tidak sesuai dengan keagungan, kemuliaan, kasih sayang, dan kekusaan-Nya atas segala sesuatu.

Ada tiga makna penyucian pada kata tasbih. Yaitu pertama, menyucikan perkataan: hanya menyampaikan hal-hal yang benar, fakta, berfaedah dan penting. Tasbih yang kita sering lafazkan baik di dalam maupun di luar salat mengajarkan untuk senantiasa menyampaikan berita yang benar, bukan hoaks apalagi fitnah. Informasi yang fakta terjadi dan memberi faedah.

Tidak semua berita yang kita ketahui layak dan pantas disampaikan. Kita pilah informasi yang hanya memberi manfaat saja yang disampaikan. Tasbih menuntun kita untuk selalu membersihkan lisan agar setiap pernyataan dan kalimat yang keluar hanya yang baik dan memberi manfaat saja. Tasbih juga mengajari kita untuk selalu memuji dan mensyukuri segala nikmat Allah SWT.

Makna tasbih yang kedua menyucikan perbuatan: menampilkan diri sebagai teladan di masyarakatnya. Misi utama Rasulullah SAW diutus kepada seluruh umat manusia hanya untuk menyempurnakan adab dan menjadi teladan hidup dalam kehidupan.

Tasbih menuntun kita menyucikan Allah dalam bentuk sikap yaitu tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Sikap yang kita tampilkan senantiasa menyandarkan pada ridha Allah SWT, bukan pada makhluk; manusia yang tidak sempurna dan tidak abadi. Perbuatan kita yang selalu menginspirasi orang untuk taat pada Allah merupakan perwujudan tasbih yang sering kita amalkan setiap saat.

Menyucikan niat: meluruskan niat merupakan makna ketiga tasbih. Niat merupakan faktor utama sebuah ibadah berdampak pahala atau tidak. Sesungguhnya suatu amal sangat tergantung pada niatnya. Kalau niatnya karena mengharap ridha Allah SWT semata, maka Allah-pun berhak memberikan apresiasi terhadap amalan si hamba.

Sebaliknya, bila niatnya dalam melakukan amalan karena faktor-faktor duniawi saja, maka Allah tidak punya hak sedikitpun terhadap amalan-amalan hamba tersebut. Sehingga sangat dianjurkan dalam setiap kali mengerjakan ibadah agar meluruskan niat dan menjaganya sampai akhir ibadah.

Saat seseorang melaksanakan ibadah; tidak ada yang mengantarai antara si hamba dengan Allah SWT kecuali niatnya. Makna tasbih semacam di atas itulah yang layak terus diamalkan di era modern ini.Kunci keselamatan seseorang di era modern kini; ketika perbuatan, perkataan, dan niatnya selalu disucikan seperti sucinya Allah SWT dalam setiap tasbih manusia. (***)

Komentar

News Feed