oleh

Tangguh di Tengah Keterbatasan

-Features-3.138 views

HIDUP serba kekurangan, Herman (25) warga Lingkungan Layonga, Kelurahan Labuang Utara Kecamatan Banggae Timur, Majene tetap menebar senyum.

Laporan: Muhammad Mabrur
(Majene, Sulbar)

Bernaung di gubuk yang serba sederhana. Herman tinggal seeorang diri di bangunan berukuran sekira 2×1,5 meter itu. Beralaskan semen yang sudah bolong-bolong. Triples dan papan bekas jadi dinding pelindungnya.

Pada bagian atap, bertahan seng yang sudah uzur, yang tak mampu lagi menahan seluruh air hujan.

Didalam gubuk Herman hanya ada kasur kecil yang sudah usang untuk sekadar beristirahat. Di sekitar kasur itu, terpasang karton-karton bekas sebagai penambal dinding agar angin tidak leluasa mengusik.

Herman pernah mencoba peruntungan dengan mengembangbiakkan ayam. Sayang, kerap raib entah kemana.

Selain memelihara ayam, Herman juga menanam sayuran dan umbia-umbian di sekitar gubuknya.

“Ini mungkin karunia dari Allah, dibalik keterbatasan, Herman memiliki keunggulan. Rata-rata tanaman yang ditanamnya semua subur,” ucap tetangga Herman Nurfadila, akhir pekan kemarin.

Komentar

News Feed