oleh

Tangani Klaster Balla, Forkopimda Turun Tangan

MAMASA – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mamasa turun tangan mengatasi masalah pada klaster penyebaran Covid-19 di Dusun Rante Sepang Desa Balla Kecamatan Balla.

Forkopimda turun tangan karena warga menolak dilakukan swab yang pernah kontak dengan pasien Covid-19. Apalagi sudah ada 12 warga di Dusun Rante Sepang Desa Balla yang terkonfirmasi positif Covid-19. Ini berdasarkan laporan hasil swab Covid-19, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Mamuju pada 23 September lalu.

11 orang positif Covid-19 Mamasa, karena dianggap pernah kontak dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya berinisial SS yang juga berasal dari Rante Sepang Desa Balla. Saat pasien SS ini dirawat di RSUD Polewali.

Dinas Kesehatan melalui Bidang Pencegahan, dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Mamasa, berencana akan melakukan pengambilan swab massal kepada masyarakat yang diduga telah kontak erat kepada 11 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, sayangnya dalam pengambilan swab terdapat kendala yang dialami dikarenakan masyarakat Rante Sepang Desa Balla menolak diswab.

Forkopimda Mamasa membahas masalah penyebaran korona klaster Balla di Aula Mini Rujab Bupati Mamasa, Senin 28 September. Forkopimda Mamasa memberi perhatian serius membahas upaya dalam hal penanganan korona di Dusun Rante Sepang Desa Balla.

Bupati Mamasa Ramlan Badawi menyampaikan saat ini pihaknya bakal mendiskusikan permasalahan yang ada di Desa Balla dalam hal penanganan Covid-19.

Perubahan gugus tugas ke Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Dimana perubahan tersebut dapat lebih mantap dalam penanganan Covid-19 di Mamasa.

Selain itu, pihaknya berterima kasih kepada seluruh jajaran dalam hal kerja keras dalam upaya razia pemakaian masker hingga 1 Oktober.

Pihaknya menyampaikan langkah yang bakal diambil dalam hal penanganan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 13 orang di Desa Balla.

“Apalagi, sekarang ini tidak ada lagi posko di perbatasan dan desa maka kita memperketat imbauan ke masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan,” ujar Ramlah Badawi.

Kapolres Mamasa AKBP Indra Widiatmoko menyampaikan wabah covid 19 tersebut perlu dikelola dengan baik dengan melakukan kegiatan edukasi kepada seluruh elemen masyarakat.

“Terkhusus, masyarakat Dusun Rante Sepang Desa Balla yang tidak mau diambil swabnya,” tegas AKBP Indra Widiatmoko.

Ia menyarankan, agar menyiapkan tempat khusus untuk masyarakat yang menjalani isolasi mandiri. “Untuk mengatisipasi masyarakat yang tidak patuh dalam menjalani isolasi mandiri. Selain itu perlunya mengaktifkan kembali posko di masing-masing perbatasan,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Hajai S Tangga menyampaikan pihaknya akan siap turun jika masyarakat siap. “Jadi kapan pun, kami siap jika masyarakat sudah mau di swab,” jelasnya.

Ia menambahkan dalam petunjuk teknis dalam penanganan Covid-19. “Jika tidak memiliki gejala, dapat melakukan isolasi mandiri,” tambahnya. (r4/mkb)

Komentar

News Feed