oleh

Tak Punya Biaya, Pasrah di Atas Pembaringan

ILHAM (15 tahun) menjadi tulang punggung keluarga. Namun kini Ia sedang berjuang dan menunggu keajaiban untuk dapat hidup. Ia tengah terbaring di ruang Insentive Care Unit (ICU) RSUD Polewali.

Laporan: Arif Budianto
Polewali Mandar

Sudah 10 hari, Ilham terbaring lemah dengan dengan bantuan oksigen dan beberapa alat medis di tubuhnya.
Ilham yang baru masuk di salah satu SMP ini, rajin membantu ibunya mencari nafkah. Sejak usia dua tahun, Ilham tidak lagi memiliki sosok ayah. Ayahnya meninggal karena sakit.

Selain bersekolah, sehari-hari Ia juga membantu ibunya mencari nafkah. Dengan mencari buah kelapa yang jatuh di kebun masyarakat yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Namun naas, Minggu 15 Agustus lalu, Ilham yang tengah mencari buah kelapa jatuh itu malah tertimpa buah kelapa. Tepat mengenai bagian belakang kepalanya, dan membuat terjadi pendarahan. Ilham pun segera dilarikan ke RSUD Polewali untuk mendapatkan pertolongan.

Ibu Ilham, Kamariah (40 tahun) mengatakan, sebenarnya dokter sudah meminta agar anaknya dirujuk ke RS di Makassar. Namun karena tak punya biaya, sehingga Ia hanya hanya mendapat perawatan di Polewali.

“Harus dirujuk. Tapi tidak ada biaya untuk ke Makassar. Hari pertama masuk (ke RS,red) memang terus mengalami pendarahan. Dan ini sudah ada bantuan untuk biaya ke sana (ke Makassar,red). Saya berharap anak saya bisa segera dirujuk,” tutur Kamariah.

Dengan berlinang air mata, Kamariah mengatakan sangat berharap anaknya bisa pulih kembali. Ia menuturkan, Ilham adalah anak yang paling rajin dari tiga bersaudara. “Dia anak paling baik. Sering bantu saya cuci piring, membereskan rumah dan cari nafkah. Kehidupan saya memang betul-betul tidak punya apa-apa. Dan Ilham sejak umur dua tahun sudah ditinggal bapaknya,” jelas Kamariah.

Saat ini, perawatan Ilham di ke RS menggunakan jaminan kesehatan gratis dari pemerintah.

Kondisi Ilham yang viral di media sosial, menyita perhatian Pengurus Karang Taruna Polman. Bersama jajaran pengurus, Ketua Karang Taruna Polman Irfan Fahri Putra menyambangi Ilham. Mereka pun bertemu dengan Kamariah di depan ruang ICU RSUD Polewali. Kedatangan pengurus Karang Taruna Polman ini, dengan maksud memberikan bantuan kepada Ilham.

Irfan Fahri Putra menyampaikan, melalui program Ayo Ikut Membantu (AIM) Sosial, mereka membawakan santunan pada keluarga Ilham yang sangat butuh perhatian.

“Ayo Ikut Membantu ini adalah program Karang Taruna Polman. Bertujuan mengajak masyarakat untuk saling membantu, saling bergandengan tangan dalam membantu keluarga, tetangga dan masyarakat pada umumnya,” terang Irfan Pahri.

Ia mengaku, ada beberapa program yang telah dijalankan. Seperti Ayo Ikut Mendonor dan Ayo Ikut Membaca yang akan terus berjalan beriringan membantu masyarakat. Ia juga meminta masyarakat Polman mendoakan kesembuhan Ilham.

“Masyarakat yang membutuhkan bantuan, baik tenaga dan dukungan lainnya, dapat berkomunikasi dengan pengurus setempat. Karang Taruna hadir hingga ke desa,” urai Irfan.

Pelaksana Tugas ((Plt) Direktur RSUD Polman dr. Anita Umar menjelaskan, saat Ilham masuk RSUD, langsung dibawa ke ICU. Saat itu sekira pukul 20.50 Wita. Saat di UGD, dilakukan beberapa tindakan dan pasien masuk dalam kondisi kritis habis kejatuhan buah kelapa.

“Pasien dianjurkan dirujuk ke Makassar tapi kelurga menolak. Sehingga penanganan tetap di ICU,” jelas dr. Anita.

Lanjutnya, pasien sebenarnya membutuhkan penanganan lebih lanjut. Karena terjadi pendarahan di bagian kepala. “Rumah sakit kita belum memiliki layanan untuk bedah saraf,” sebutnya.

Selama di ICU, Ilham ditangani dua dokter. Yakni dokter anastesi dan dokter umum gizi. Kondisi Ilham di hari ke-10 ini menunjukkan kondisi stabil dengan bantuan pernapasan. (***)

Komentar

News Feed