oleh

Tak Pakai Material Lokal, Dewan Hearing PT Bumi Karsa

POLEWALI — Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar melakukan hearing dengan PT Bumi Karsa terkait penggunaan material pekerjaan jalan Trans Sulawesi, Senin 11 Januari. Dalam hearing ini juga dihadiri perwakilan penambang galian C, LSM dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Polman.

Rapat dengar pendapat ini dilakukan Komisi III DPRD Polman selain terkait pernyataan humas PT Bumi Karsa yang dimuat media perosalan tak layaknya material lokal yang ada di Polman digunakan dalam proyek senilai Rp160 miliar tersebut. Selain itu karena PT Bumi Karsa tak menggunakan material lokal sehingga tak ada pemasukan pendapatan asli daerah.

Tak Pakai Material Lokal, Dewan Hearing PT Bumi Karsa

Rapat yang dipimpin Sekretaris Komisi III, Rudi Hamzah menyampaikan menjadi tuntutan para penambang dan perwakilan LSM karena stagmen Humas PT Bumi Karsa di media mengatakan material di Polman tidak layak. Tetapi dalam rapat tersebut dibantah pimpinan proyek PT Bumi Karsa, Syahrir Hunda.

Rudi mengatakan pernyataan tersebut sudah dibantahkan oleh kepala proyek PT. Bumi Karsa dan jika hal itu benar, itu salah karena humas itu tidak mengerti persoalan teknis.

“Pernyataan yang menjadi kegelisahan penambang sudah dijelaskan PT Bumi Karsa. Pihak penambang dan LSM sudah menerima penjelasannya. Kita minta agar PT. Bumi Karsa melakukan klarifikasi di media agar tidak terjadi lagi kegelisahan bagi penambang,” jelas Rudi Hamzah ditemui usai RDP tersebut.

Sementara terkait persoalan harga material, selaku anggota dewan mengaku tidak dapat menginterpensi hal tersebut. Karena hal itu terkait antara kepentingan pembeli dan penjual.

Rudi berharap PT. Bumi Karsa dapat bekerjasama dengan penambang lokal dengan menggunakan material di Polman. Jika selisih harga hanya berbeda sedikit karena tentu dengan menggunakan material Polman akan membantu pendapatan PAD dan masyarakat.

Sementara Kepala Proyek PT Bumi Karsa, Syahrir Hunda menegaskan pernyataan humas PT Bumi Karsa yang dimuat media tidak benar karena dia tidak mengetahui persoalan tehnik apalagi persoalan kualitas material yang ada.

“Saya minta maaf atas pernyataan dimedia tersebut. Karena humas kami tak menguasai soal teknis. Tidak benar kalau material lokal tidak layak digunakan dalam proyek pekerjaan jalan ini. Kami sudah menggunakan material lokal yang sudah lolos uji laboratorium,” ujar Syahrir Hunda.

Ia menambahkan pihaknya siap bekerjasama dengan penambang lokal asal materialnya lolos uji laboratorium.

“Ada beberapa material lokal yang sudah kita uji laboratorium. Beberapa material lokal kita sudah pakai di lapangan,” ujar Syahrir.

Sementara progres kegiatan reservasi jalan Trans Sulawesi mulai dari perbatasan Pinrang Polman di Paku hingga perbatasan Polman Majene di Katinting Tinambung sudah mencapai delapan persen. Masa pekerjaan selama dua tahun tiga bulan ditambah pemeliharaan selama satu tahun.

Dalam rapat ini juga, dewan meminta PT Bumi Karsa menambah rambu rambu lalulintas di pekerjaan jalan agar meminimalisir kecelakaan. Termasuk pengaturan lalulintas melibatkan instansi terkait dan kualitas pekerjaan menjadi hal utama. (arf/mkb)

Komentar

News Feed