oleh

Tahun 2019, PAD Mamuju Meningkat

MAMUJU – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Mamuju tahun 2019 mencapai Rp 78,4 miliar atau 80,03 persen dari target Rp 98,1 miliar. Capaian tersebut meningkat jika dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 78,1 miliar.

Meningkatnya PAD tersebut tak lepas dariTransaction Monitoring Device (TMD) dan Mobile Payment System Online (M-POS) atau alat perekam transaksi di tempa-tempat objek pajak, seperti hotel, restoran dan rumah makan, serta tempat-tempat hiburan di Mamuju.

Kepala Bidang Pengelolaan PAD, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mamuju, Tasyrief Akbar mengatakan, alat tersebut sangat membantu meningkatkan PAD. Contohnya saja, Grand Maleo Hotel and Convention Mamuju menyetor pajak hanya Rp 200 juta per tahun.

Namun, setelah pemasangan alat tersebut sekira tiga bulan pajak yang dibayar mencapai Rp 400 juta. Begitu pun juga Maleo Town Square (Matos) amd convention Mamuju, biasanya hanya Rp 20 juta, kini mencapaiRp 100 juta.

“Tahun ini, ada objek pajak baru, yaitu pajak sarang walet ditergetkan Rp 600 juta dan parkir Rp 500 juta. Perda pajak tersebut, ditarget rampung tahun ini. KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi, red) juga terus dorong biar selesai Perdanya,” kata Tasyrief, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa 7 Januari.

Secara umum, lanjut Tasyrief, PAD meningkat. Termasuk di sektor Pajak Bumi Bangunan (PBB), yakni Rp 2,5 miliar dari target Rp 3,8 milir atau hanya Rp 65,31 persen. Biasanya PBB selalu di bawah 40 persen.

“Kendala memungut pajak dan retribusi karena kesadaran warga. Ada juga beberapa oknum yang nakal. Makanya, tahun ini kami tekankan memang penagihan,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Bapenda Mamuju Irwan Wahid mengaakan, telah terjadi peningkatan PAD hingga 300 persen di tiga sektor pajak, yakni tempat hiburan, rumah makan dan restoran, hotel serta penginapan.

Padahal, lanjut Irwan, sebelumnya ketika masih menggunakan sistem Self Assessment, yaitu sistem pemungutan pajak secara mandiri, pemilik warung hanya membayar pajak kisaran Rp 300 ribu per bulan.

“Setelah penggunaan alat perekam, naik hinnga jutaan rupiah. Kami optimis terhadap PAD,” pungkas Irwan. (m2)

Komentar

News Feed