oleh

Tahmid; Pemantik Anugerah

YANG paling layak dan pantas dipuji hanya Allah SWT, pemilik segala dan pengatur seluruh alam.

Seluruh makhluk sangat bergantung pada apa yang ada di langit dan bumi dengan segala kekayaan di dalamnya. Maka sangat wajar bila kita membiasakan berucap “Alhamdu lillah” yang berarti segala puja dan puji hanya pas disandangkan pada Allah SWT.

Mengucapkan syukur alhamdulillah pada Illahi, itulah makna Tahmid. Mengucapkan Alhamdulillah memiliki lima makna yang sangat berarti dan penting bagi manusia dan keberlangsungan hidupnya.

Maknanya antara lain; pertama, mensyukuri segala nikmat dan karunia Allah SWT yang telah dan sudah dinikmati; tahun lalu, bulan lalu, pekan lalu, bahkan beberapa saat yang lalu.
Tak terkira oleh kita sudah berapa banyak nikmat Tuhan yang telah kita rasakan dan gunakan. Tuhan tidak pernah meminta balas jasa dari segala pemberian itu, Dia-hanya meminta kita pandai berucap ‘terima kasih’ atas segala nikmat itu.

Kedua, mensyukuri seluruh anugerah Tuhan yang sedang dirasakan dan dinikmati saat ini. Betapa banyak kolega, teman dan sahabat kita saat ini tidak dapat lagi berinteraksi dengan kita dan lingkungannya karena sejumlah nikmat Tuhan sudah dicabut darinya. Matanya tidak seterang cahaya lagi memandang alam dan panorama. Kedua kakinya tidak mampu lagi dilangkahkan ke tempat-tempat yang jauh. Telinganya tidak mampu lagi mendengar diksi dan kalimat secara jelas. Panca indranya sudah mulai tergerus fungsinya dan tidak mampu digunakan secara maksimal.

Ketiga, menyatakan pengakuan jujur bahwa segala yang kita miliki sejatinya milik dan hanya pemberian semata dari Allah SWT. Sebagai bukti kita terlahir ke dunia tanpa membawa sesuatu sedikitpun bahkan kita keluar dari rahim ibu tak sehelai kainpun yang membungkus jasmani kita. Kelahiran kita benar-benar zero sesuatu dari hal-hal duniawi. Syukur yang kita haturkan pada Tuhan sebagai bukti apresiasi jujur bahwa segala yang dimiliki sejatinya hanya sementara dan tak abadi.

Keempat, pernyataan jujur bahwa kita sangat bergantung pada kuasa Allah SWT dalam pemenuhan kebutuhan hidup kita sepanjang hayat. Pernyataan jujur itu akan memantik kasih dan sayang Tuhan pada kita. Allah SWT sangat senang pada hamba-Nya yang pandai dan jujur mengapresiasi segala karunia yang diberikan padanya. Jujur mengapresiasi karunia Tuhan merupakan sarana terbukanya karunia lainnya yang lebih banyak dan lebih baik.

Kelima, tahmid dapat mengikis sedikit demi sedikit sikap takabbur dan congkak. Sehingga orang yang sering dan membiasakan berucap tahmid akan tumbuh sikap tawadhu dan rendah hati dalam hidupnya. Cukuplah Fir’aun sebagai tamsil abadi dalam hidup kita betapa kesombongan dan kecongkakan akan punah dan tak berarti apa-apa di hadapan Sang Khalik, Allah SWT, yang menguasai seluruh jagad raya ini. Maka, membiasakan berucap tahmid (Alhamdulillah) sejatinya merupakan pemantik anugerah yang terus mengalir tanpa henti baik kuantitas maupun kualitasnya. (***)

Komentar

News Feed