oleh

Tahlil: Kemerdekaan Abadi

TAHLIL merupakan pernyataan yang mesti selalu diperbarui setiap saat. Tanpa tahlil, keterjajahan akan terus menghampiri. Bahkan kalau sampai mengabaikannya, keterjajahan akan menjadi bagian dari hidup.

Begitulah dampak yang ditimbulkan bila tahlil tak fokus diperhatikan dan cenderung diabaikan. Tahlil adalah lafal laa ilaaha illallah yang berarti pernyataan diri tidak menggantungkan kepada siapapun dan apapun kecuali hanya kepada Allah SWT semata.

Konsekuensi dari tahlil dapat diurai pada sejumlah sikap dalam hidup yaitu pertama; Tiada ketergantungan kepada sesuatu (ilaah) hanya kepada Allah. Ilaah adalah seluruh sesembahan materi dan nonmateri yang menjadi ketergantungan manusia.

Pernyataan tahlil yang digaungkan menegaskan ketergantungan hanya kepada Allah SWT semata. Tahlil akan memantapkan keyakinan bahwa seluruh hajat untuk kelansungan hidup dalam tanggungan Allah SWT.

Kedua, ucapan tahlil menjadikan Allah SWT sebagai tempat utama menyandarkan segala harapan dan cita-cita. Ketidaktahuan seorang muslim terhadap kepastian masa depannya tidak membuatnya pesimis melangkah justru sebaliknya optimis karena meyakini adanya intervensi Allah SWT dalam setiap niat dan langkahnya.

Baginya, Allah Maha Berkuasa atas segala urusan dan hajat hamba-Nya. Dia-lah yang menjamin kelangsungan hidup dan keterbatasan umur hamba-Nya dalam mengarungi hidup dan kehidupan ini.

Ketiga, tahlil dapat pula menembus batas insani. Masa depan merupakan keadaan yang tak dapat diperkirakan seperti apa apatah lagi dipastikan. Bagi muslim yang telaten membaca tahlil akan berusaha memenuhi hajat-hajatnya dengan kerja keras dan penuh semangat.

Tahlil membuatnya tertempa menjadi manusia ekstra optimis. Ibadah ritualnya aktif dan berkesinambungan. Tidak hanya menjaga kuantitas ibadahnya tapi juga memerhatikan kualitasnya. Tahlil memenuhi hatinya penuh semangat dalam melakoni dunianya.

Jiwanya dipenuhi optimisme dan tak sedikitpun sikap pesimisme dalam prinsip hidupnya. Setiap masalah yang menghadangnya selalu dihadapi dengan tenang dan optimisme yang tinggi. Dalam hidupnya tidak mengenal istilah gagal. Kegagalan hanya keberhasilan yang tertunda. Kegagalan baginya merupakan cara Allah SWT menempa jatidirinya sehingga tumbuh menjadi manusia yang paling optimis.

Keempat, tahlil memompa semangat untuk dapat meraih dua kemenangan utama sekaligus yaitu kemenangan di dunia dan akhirat. Kemenangan di dunia karena dia dapat mereguk kebahagiaan dunia tanpa pernah merasa terbebani dan tergantung pada bantuan manusia.

Ketergantungannya pada manusia dia kikis habis lalu menempanya dengan praktik kelebihan yang diberikan oleh Allh SWT padanya. Akal, hati dan rasa dia padukan secara harmoni dengan wahyu dan nas-nas lainnya dan menuntunnya mempersiapkan hidup bahagia.

Tahlil tak ubahnya sebagai vitamin yang menggerakkan hati dan jiwanya untuk menemukan hakikat hidup; yaitu bahagia di dunia dan akhirat. Tahlil merupakan manifestasi dari doa sapu jagad yang saban hari dibaca oleh kaum muslim; Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqinaa adzabannar. Walhasil, tahlil adalah pekik kemerdekaan abadi yang tak akan pernah terjajah! (***)

Komentar

News Feed