oleh

Sulbar, Resolusi Awal Tahun

-Kolom-2.228 views

BERBAGAI tema dapat ditampilkan untuk mengungkapkan sejumlah hal setelah merefleksikan apa yang telah terjadi setahun terakhir dalam kerja-kerja pemerintahan Sulawesi Barat.

Tema-tema tersebut dapat dianggap sebagai resolusi bagi awal tahun 2021 setelah melewati tahun 2020 dan untuk mengawali 2021.

Sulbar, Resolusi Awal Tahun

Bagi konteks kelembagaan, makna resolusi ini adalah terkait dengan apa yang hendak dicapai. Meski ada hambatan yang dihadapi namun bukan lain sebagai perulangan atau merupakan kejadian berulang. Sehingga hakekatnya menjadi pembelajaran bagaimana perulangan tersebut bisa dilakukan penyiasatan agar hal menghambat tidak terjadi lagi.

Sebagai resolusi awal tahun maka provinsi ini laiknya menetapkan resolusinya lewat suatu target pada tahun ini. Dimana hal itu ditujukan untuk memicu perubahan positif terhadap keadaan negatif tahun sebelumnya.

Lewat itu tentunya tidak bergeser dari tema utama yang telah ditetapkan sebagai skala prioritas. Meliputi; 1) Peningkatan kualitas SDM dan Kualitas hidup masyarakat; 2) Pembangunan imprastruktur dasar; 3) Pembangunan ekonomi inklusif; 4) Keberlanjutan lingkungan hidup dan; 5) Peningkatan tata kelola pemerintahan (Sumber : Bappeda Sulbar 2019).

Oleh tema-tema ini, untuk peningkatan kualitas SDM harus menunjukan ukuran positif di tahun 2021. Atau bergerak positif dengan didukung perubahan pada indeks pembangunan manusia (IPM).

IPM saat ini berada pada poin 69,68 sehingga angka ini sedianya bergerak ke angka positif pada akhir 2021. Untuk hal ini tentu akan dilihat pergerakan perubahannya mengenai peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, layanan pendidikan berkualitas kemudian pengurangan kemiskinan.

Pembangunan imprastruktur dasar juga harus menunjukan perubahan positif ke tahun 2021. Saat ini persentase kondisi mantap jalan baru 57,65 %. Elektrifikasi (kelistrikan) 94 %, rumah layak huni 95 % dan persentase daerah tertinggal 46 %. Semua angka ini harusnya menunjukan perubahan positif pada tutup tahun 2021.

Tema pembangunan ekonomi inklusif juga harus menunjukan perubahan positif. Walaupun sebelumnya pertumbuhan ekonomi Sulbar berada pada angka 5,66 % hingga akhir 2020 mengalami kontraksi luar biasa terutama karena pengaruh pandemi Covid-19 hingga jatuh ke minus -0,78 %.

Nantinya akan dilihat peningkatan nilai tambah pada industri pengolahan, peningkatan produksi dan produktifitas, peningkatan sarana dan prasarana yang dapat menunjang pengembangan ekonomi dan terutama peningkatan kapasitas kelembagaan dan usaha pertanian. Serta akan dilihat peningkatan nilai tambah pada jasa produksi, ekonomi kreatif, destinasi wisata serta perluasan akses keuangan/pembiayaan.

Sedang Keberlanjutan Lingkungan Hidup (LH), tahun sebelumnya berada pada indeks kualitas LH sebesar 73 poin. Bagi tema ini akan dilihat peningkatan pengendalian pencemaran, berikut penanganan degradasi lingkungan hidup pada wilayah pesisir, penanganan gangguan ekologis, optimalisasi penanganan lahan kritis dan peningkatan peran serta masyarakat dalam pelestarian fungsi hutan.

Soal peningkatan tata kelola pemerintahan oleh indeks reformasi birokrasi (RB) tahun kemarin adalah poin B. Sehingga kelak dilihat peningkatan pada manajemen perubahan, penataan dan penguatan organisasi, penataan peraturan perundang-undangan, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, meningkatnya kualitas pelayanan publik hingga peningkatan sistem berbasis elektronik.

Tema-tema tersebut bagi provinsi Sulawesi Barat dalam resolusinya di awal tahun 2021, sebaiknya dinyatakan secara keseluruhan atau sebagian besar untuk konsisten dan komitmen melakukan langkah agar terjadi perubahan positif kepada angka dan fakta yang lebih maju serta menggembirakan. (***)

Komentar

News Feed