oleh

Sulbar Masuk Daftar Produsen Narkotika, Pecandu Umumnya Pekerja

MAMUJU – Angka penyebaran narkotika dikalangan pekerja mencapai 50 persen. Hal tersebut diungkapkan Kepala BNNP Sulbar, Brigadir Jendral Polisi Sumirat Dwiyanto, dalam workshop penggiat anti narkoba, di Mall Matos Mamuju, Jumat 25 September.

“Dari 2.248 angka pecandu Narkotika di Sulbar, 1.124 di antaranya adalah pekerja,” ujar Sumirat.

Olehnya, lanjut Sumirat, worshop yang sedianya menyasar semua golongan, kini dikhususkan untuk pekerja karena angkanya cukup tinggi.

“Sulbar memiliki banyak jalur-jalur tikus yang bisa dilalui para pengedar narkotika. Untuk itu, peranan semua pihak penting untuk saling mengingatkan,” tambahnya.

Bahwa sepanjang pesisir Sulbar adalah lautan yang menghubungkan banyak daerah, demikian halnya daerah pegunungan yang terhubung dengan provinsi Sulsel. “Ini sangat berpotensi menjadi akses pengedar untuk masuk,” jelas Sumirat.

Sulbar, kata Sumirat, bukan lagi sebagai konsumen, tapi sudah masuk dalam daftar produsen Narkotika sejak ditemukannya pabrik sabu, di Majene. Untuk itu pengawasan dan gerakan-gerakan pencegahan mesti dilakukan seluruh elemen.

“Intinya adalah bagaimana kita menjaga dan melindungi orang-orang terdekat kita dari narkotika,” papar Sumirat.

Kepala bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Amelia menyampaikan peranan pimpinan usaha sangat diperlukan untuk mendorong lingkungan kerja yang jauh dari narkotika.
“Untuk di Sulbar, sudah ada beberapa pekerja yang secara sukarela mau mengobati dirinya dengan rehabilitasi,” ungkap Amelia.

Ia berharap, selepas workshop para peserta bisa mengimplementasikan gerakan hidup 100 persen dengan mengajak para pekerja, menjauhi obat-obatan terlarang.

“Alhamdulillah sudah ada beberapa pemilik usaha yang mengkampanyekan hal tersebut tanpa diminta, artinya sudah ada kesadaran untuk berbuat lebih,” tutup Amelia (m5/jsm)

Komentar

News Feed