oleh

Sulap Kantor Panwaslu Jadi Dapur Umum

MAMUJU — Makanan siap santap menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak dalam situasi bencana. Bukan hanya bagi pengungsi, tapi juga untuk relawan yang berjibaku di lapangan.

Menyadari hal itu, sekelompok aktivis PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mamuju pun bergerak. Bersama Network For Indonesia Democracy Society (Netfid), mereka mambangun dapur umum.

Kantor Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Mamuju pun disulap jadi dapur umum. Kantor yang terletak di sudut simpang tiga jalan Husni Thamrin-RA Kartini ini, menjadi titik aktivitas para relawan.

Setiap hari, dapur umum ini menyediakan makanan siap saji dalam bungkusan. Tidak hanya untuk pengungsi, dapur umum ini pun menyediakan makanan bagi para relawan.

Koordinator dapur umum ini, Imat Totori, menyebut untuk makan siang mereka menyiapkan sekira 400-500 bungkus nasi. Sedangkan untuk makan malam, mereka melayani sekira 200 bungkus.

“Kami catat semua, untuk pertanggungjawaban kepada donatur. Siapa saja boleh kesini, daftar untuk disediakan makanan. Tapi jika ada yang datang tiba-tiba, pun kami layani. Cuma, kami tak melayani permintaan bahan mentah,” sebut salah satu Komisioner Bawaslu Mamuju ini.

Ia menyampaikan, pengalaman menjadi relawan di Palu menginspirasinya. Betapa tidak, usai turun ke lapangan kadang para relawan masih harus berjibaku menyiapkan makanan. Sehingga dengan adanya dapur umum seperti ini, para relawan bisa lebih fokus ke tugas masing-masing.

“Para relawan butuh suplai agar energinya bisa maksimal. Kadang ada yang bagus secara teknik lapangan, tapi kurang cakap untuk urusan dapur. Untuk itulah kami juga berperan,” sebutnya. (dir)

Komentar

News Feed