oleh

Sukses Kendalikan Laju Curva Covid-19, Tasrief Minta Waspadai Fenomena Osilasi!

MAKASSAR–Provinsi Sulawesi Selatan telah menampakkan progres paling baik dalam mengendalikan laju kurva Covid-19. Bahkan Presiden Joko Widodo mengacungi jempol atas keberhasilan Sulsel yang keluar dari status zona merah Covid-19.

Guru Besar Fisika Teoretik FMIPA Universitas Hasanuddin, Prof. Tasrief Surungan menilai, kencederungan penurunan laju pertumbuhan di Makassar dan Sulsel secara umum tidak lepas dari kerjasama antar pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, gugus tugas dan masyarakat yang mulai disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Sukses Kendalikan Laju Curva Covid-19, Tasrief Minta Waspadai Fenomena Osilasi!

Dengan adanya pelaksanaan pembatasan interaksi sosial yang signifikan. Sekolah dan kampus selama ini melaksanakan pembelajaran secara online (daring).

Kemudian muncul kesadaran masyarakat untuk membatasi diri ke pusat-pusat belanja (mall dan pasar), serta pelaksanaan hajatan, termasuk kebiasaan memakai masker dan menjaga jarak, semuanya sudah menjadi kebiasaan baru dalam masyarakat.

“Kita harus tetap konsisten menjaga kedisiplinan dengan menerapkan protokol kesehatan. Kedisiplinan harus diwujudkan, mulai dari tingkat personal (individu), keluarga, organisasi, hingga masyarakat secara keseluruhan. Semuanya harus taat pada protokol kesehatan. Aturan memakai masker tetap harus dijalankan, termasuk social and physical distancing,” urai Prof Tasrief, Rabu 14 Oktober.

Tasrief mengingatkan, kategori zona oranye sebagai terminologinya, itu masih ada unsur merahnya. Oranye itu adalah campuran warna kuning dan merah. Ia meminta masyarakat dan pemerintah tetap harus bersabar, sebab penurunan itu belum benar-benar aman.

“Lagi pula, kita tetap harus waspada dengan fenomena osilasi, yaitu pertambahan kasus naik turun, tidak secara konsisten turun, lalu lenyap. Bagaimanapun, yang namanya pandemik (wabah global), baru bisa disebut aman, jika semua kota di dunia ini, secara konsisten dan bersamaan, menunjukkan penurunan kasus,” tekannya.

Fenomena osilasi tetap harus diwaspadai. Kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan harus dibarengi dengan menjaga kestabilan imunitas.

“Selama belum ada vaksin dan obat definitif untuk Covid-19, pandemik ini tidak bisa disebut reda.”

Terkait dengan imunitas, Tasrief memaparkan, para dokter telah mengingatkan untuk terus menjaga keseimbangan, mulai dari asupan gizi, olahraga, istirahat dan menjaga ketenangan pikiran atau menghidarkan diri dari stress.

“Analoginya, kita seperti hidup di daerah perang. Harus ada peindungan diri, misalnya dengan rompi baja dan helm. Pada intinya, masyarakat harus tetap waspada sebab keadaan belum benar-benar aman,” paparnya.

Ia menegaskan, prinsip dasar pengendalian pandemik adalah dengan meminimalisir interaksi sosial secara langsung, ditambah meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) masyarakat. (endra/fajar)

Komentar

News Feed