oleh

Subsidi Asuransi Ternak Terhenti

MAMUJU – Para peternak di Mamuju mempertanyakan program subsidi asuransi hewan ternak yang terhenti sejak 2018.

“Kami sangat berharap program tersebut dilanjutkan, agar ada jaminan bagi hewan ternaknya,” ujar salah seorang peternak dari Dusun Ganno Desa Saletto, Ahmad, Selasa 3 November.

Ahmad, mengaku mengikuti program tersebut dari tahun 2017 hingga terhenti di tahun 2018.

Kepala Seksi (Kasi) Bibit dan Produksi Ternak (Bitpro) Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Mamuju, Muhammad Amrin menyampaikan, program tersebut terhenti karena adanya pengalihan sistem penginputan dari manual ke aplikasi.

“Asuransi Jasindo sampai saat ini belum memberikan bimtek (bimbingan teknis, red) cara penginputan yang baru. Makanya belum dilanjut,” kata Amrin saat dikonfirmasi, Selasa 3 November.

Amrin menyampaikan, pihaknya telah melakukan komunikasi agar bisa diadakan kegiatan bimbingan teknis agar program subsidi asuransi tersebut bisa kembali dijalankan, namun belum direspon.

“Memang benar banyak peternak yang bertanya kapan program ini dilanjutkan, namun kami juga tidak bisa jalan kalau belum melakukan pelatihan, apalagi banyak perubahan teknis dalam hal penginputan,” ujar Amrin.

Amrin menjelaskan, program subsidi asuransi hewan ternak hanya berlaku untuk hewan ternak sapi dan kerbau, dengan nilai iuran untuk betina Rp 40 ribu per ekor tiap tahunnya.

“Kalau jantan tidak masuk subsidi, iurannya itu Rp 200 ribu pertahun,” ungkapnya. (m5/jsm)

Komentar

News Feed