oleh

STAIN Majene Dinilai Layak Jadi IAIN

MAJENE – Semua elemen masyarakat diharap bersinergi demi menjadikan Majene sebagai pusat layanan pendidikan di Sulbar.

Begitu disampaikan Sekprov Sulbar Muhammad Idris dalam acara silaturahim bersama keluarga besar Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene dan pihak Kementerian Agama (Kemenag) di Majene, Sabtu 9 Januari 2021.

“Pemerintah Provinsi Sulbar akan terus bersinergi guna mewujudkan cita-cita menjadikan Kabupaten Majene sebagai kota layanan kualitas pendidikan di Sulawesi Barat,” ujarnya.

Menurut Sekprov, STAIN Majene sebagai sebuah lembaga tinggi, telah mengalami perkembangan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Sehingga tantangan bukan hanya sekedar beralih status menjadi IAIN (Institut Agama Islam Negeri), namun seberapa besar kontribusi STAIN Majene dalam menyelesaikan persoalan kemasyarakat, khususnya di wilayah Majene.

Di kesempatan sama, Sekretaris Jendral Kemenag Prof. Nizar Ali mengurai bahwa STAIN Majene telah memiliki kualifikasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup sehingga layak jadi sebuah IAIN. “Saya raya STAIN Majene ini sudah pantas jadi IAIN,” singkatnya, Sabtu, di Majene.

Selain itu, Nizar juga mendapat kesempatan menyerahkan Surat Keputusan (SK) CPNS Lingkup STAIN Majene. Ada 13 CPNS yang menerima SK. 11 dosen dan dua tenaga kependidikan.

Menurut Plt Bupati Majene, Lukman, kehadiaran STAIN Majene akan berpengaruh pada pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sejak ada STAIN Majene, anak-anak kita tidak berpikir kalau mau kuliah harus ke Makassar, atau ke daerah lain, karena ada sudah STAIN Majene. STAIN sangat membantu,” jelas Lukman.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa geliat kegiatan ekonomi masyarakat juga mengalami pertumbuhan sejak adanya STAIN. “Banyak usaha kos-kosan, usaha fotocopy yang dikelola masyarakat karena Kehadiran STAIN Majene,” pungkasnya. (mab/rul)

Komentar

News Feed