oleh

Sprit Idul Fitri Dinginkan Gonjang Ganjing Politik Pasca Pemilu

POLEWALI MANDAR–Bulan Ramadan dan pelaksanaan Idul Fitri 1440 Hijriah dinilai sangat tepat pasca Pemilu 2019, baik pemilihan presiden dan wakilnya, maupun memilihan anggota legislatif. Setidaknya, ada tiga pesan penting sebagai sprit dari Idul Fitri, seperti yang disampaikan Kemenag (Kepala Kementerian Agama), Kabupaten Polewali Mandar, Muliadi Rasyid, saat menjadi khatib Idul Fitri di Lapangan Pancasila Pekkabatan, Polewali Mandar.

Menurut Muliyadi, pesan pertama dan kedua yaitu menyucikan hati dan menebar harmoni memiliki hubungan yang sangat dekat. Erat dan menjadi sangat penting untuk dibincang dan dihadirkan ditengah gonjang ganjing situasi politik kebangsaan pasca Pemilu 17 April, lalu.

“Hari ini kita ber-Idul Fitri. Kata Fithri atau Fithrah berarti asal kejadian, bawaan sejak lahir. Ia adalah naluri. Fitri juga berarti suci, karena kita dilahirkan dalam keadaan suci bebas dari dosa. Fitrah juga berarti agama karena keberagamaan mengantar manusia mempertahankan kesuciannya,” terangnya.

Selanjutnya, pesan ketiga dari spirit Idul Fitri adalah membangun empati. Semua ibadah memiliki pesan sosial untuk membangun empati terhadap sesama. Bukankah salat dimulai dari takbir sebagai manipestasi hubungan vertical kepada Allah? Namun diakhiri dengan salam sebagai manivestasi dari hubungan sosial kepada sesama.

Demikian halnya ibadah Ramadan yang telah kita selesaikan. Ujungannya adalah zakat fitrah sebagai bagian membangun kepedulian dan empati terhadap sesama.

Hadir Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar bersama Wakil Bupati M Natsir Rahmat, Sekkab Polman Bebas Manggazali, Ketua DPRD Polman, M Fariduddin Wahid, Kapolres Polman AKBP Muhammad Rifai dan ribuan umat Islam di Pekkabatan. (mkb)

Komentar

News Feed