oleh

SMAN 4 Polewali Budidaya Ikan Air Tawar

SAAT ini semua berlomba meningkatkan kualitas. Termasuk pihak SMAN 4 Polewali. Disamping kemampuan akademik, juga mengembangkan kewiruasahaan sebagai bekal tambahan siswa.

Laporan: Amri Makkaruba, Polewali Mandar

Dalam upaya membangun kewirusahaan siswa SMAN 4 Polewali, pihak sekolah melakukan budidaya ikan air tawar.

Memanfaatkan pekarangan sekolah, SMAN 4 Polewali bekerjasama dengan kelompok budidaya ikan Pokdakan Ridam Raya Kelurahan Darma dan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI serta Dinas Kelautan Perikanan Polman mengembangkan budidaya ikan air tawar jenis lele dan nila.

Kepala SMAN 4 Polewali, Mustapa T mengungkapkan program ini selain memberi pembelajaran kewirausahaan kepada siswa. Program ini juga ada kaitannya dengan pembelajaran prakarya dan kewirausahaan.

Budiaya ikan lele dengan sistem bioflok ini pihak sekolah mendapat bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Ada 20 kolam bioflok yang diisi bibit ikan lele sebanyak 14 ribu ekor bantuan Dinas Perikanan.

Budidaya ikan air tawar ini sudah dikembangkan sejak Bulan Desember lalu. Kini ikan lelenya sudah ada yang siap dipanen. Bahkan beberapa pekan lalu ada sudah dipanen satu kolam dengan rata rata empat hingga enam ekor per kilo.

Terkait pemasarannya, Mustafa yang merupakan alumni Program Doktor Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya mengaku tak kesulitan. Salah satu pedagang ikan tawar di Wonomulyo bersedia membelinya. Distribusikan ke sejumlah warung makan di Polman.

Kata dia, tujuan dari program ini sebagai media pembelajaran kewirausahaan, juga dalam rangka meningkatkan tingkat konsumsi ikan di kalangan para peserta didik.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai mitra dalam pengembangan budidaya ikan lele ini. Dengan bantuan kolam bioflok dan bibit ikan lele serta pakannya usaha ini dapat berkembang. Budidaya ini menjadi media pembelajaran bagi siswa untuk menjadi wirausaha,” terang finalis kepala sekolah berprestasi Sulbar 2016 ini.

Melalui program ini, peserta didik akan terdorong menjadi calon wirausaha muda yang sukses di bidang perikanan budidaya. Karena dari pengalamannya, tidak semua alumni SMAN 4 Polewali lanjut ke perguruan tinggi.

“Sehingga kami perlu membekali mereka dengan berwirausaha agar mampu meningkatkan perekonomian keluarganya suatu saat nanti. Salah satu usaha yang kita ingin latih kepada siswa usaha budidaya lele dengan harapan, kegiatan ini bisa menjadi bekal siswa kemudian hari,” ujar Mustapa, yang menjabat Kepala SMAN 4 Polewali sejak 2013.

Guru berprestasi nasional 2008 tersebut berharap program ini menimbuhkan jiwa kreativitas dan pengembangan kewirausaahan di sekolahnya. Setelah pembelajaran tatap muka, siswa yang merawat dan memberikan makanan secara rutin serta membersihkan kolam dibawa pengawasan guru dan pihak sekolah.

Pengelola Budidaya Ikan Lele SMAN 4 Polewali, Arbain menjelaskan kolam bioflok berdiameter 3 meter dengan tinggi 1 meter ada 20 buah. Selain Lele, juga dikembangkan Nila dan Ikan Hias.

“Insaa Allah Lele ini sudah bisa dipanen bulan depan. Kami target satu kolam bisa menghasilkan Lele seberat satu hingga satu setengah kuintal,” ujar Arbain.

Menurutnya sistem bioflok lebih menguntungkan dibanding kolam tanah. Sistemnya, pemeliharaan ikan lele yang menumbuhkan suatu mikroorganisme, berfungsi mengelola limbah budidaya itu sendiri, hingga menjadi gumpalan kecil (floc) yang dimanfaatkan langsung sebagai makanan alami.

Terkait pakan, pihaknya masih mendapat bantuan dari KKP termasuk kolam dan peralatan lainnya.

Arbain mengaku, banyak juga masyarakat yang datang belajar budidaya Lele. Ia berharap program ini terus berkembang, menjadi laboratorium wirausaha yang membekali alumni SMAN 4 Polewali untuk mandiri. (*)

Komentar

News Feed