oleh

Siswa SMP Astra Makmur Jaya Wakili Sulbar ke Tingkat Nasional

PASANGKAYU – Siswa SMP Astra Pasangkayu, mewakili Sulbar mengikuti ajang Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KOPSI), ke tingkat nasional.

Ada enam siswa yang ikut dalam kompetisi Karya Ilmiah Remaja (KIR) tersebut. Tiga untuk bidang sosial dan kemanusiaan atau IPS yakni Alfina Nurjanah, Ibnu Daffa dan Nur Asti Nayah.

Dan untuk bidang ilmu pengetahuan alam dan lingkungan atau IPA juga tiga siswa yakni Gracia Silvia, Chacha Meyla dan Tisa Amanda. Mereka adalah siswa dari SMP Astra Agro, binaan PT. Letawa, di Desa Makmur Jaya, Kecamatan Tikke Raya.

Kepala SMP Astra Makmur Jaya, Adi Dasuki mengatakan, naskah KOPSI yang terkumpul diseleksi oleh panitia dan dipilih 40 naskah setiap bidang dari berbagai provinsi di Indonesia.

Pembukaan dilaksanakan pada Selasa 7 Desember, secara daring. Penjurian dilaksanakan dari 8 hingga 10 Desember. “Bergantian secara daring dan ini juga diikuti peserta didik dan pembimbing. Kegiatan ini sudah ditutup, Minggu 12 Desember,” kata Adi Dasuki, Selasa 14 Desember 2021.

KOPSI tahun 2021 mengangkat tema “Menduniakan Gagasan, Memulihkan Indonesia”, diikuti semua sekolah di Indonesia jenjang SMP sederajat.
“Dari hasil kompetisi tingkat provinsi, kami meraih juara satu dan mewakili Sulbar ke tingkat nasional. Pelaksanaan kompetisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena dilakukan secara daring,” tuturnya.

Tim IPA dibimbing oleh Dwi Dara Septi yang mengangkat tema lingkungan dengan membuat inovasi kaldu jamur limbah tangkos sawit. Sedangkan tim IPS dibimbing oleh Guruh Budi, dengan mengangkat topik pemetaan burung di wilayah konservasi Bukit Kareke di HGU PT Letawa.

Dasuki mengaku sangat bangga kepada siswanya yang lolos sampai tingkat nasional mewakili Provinsi Sulawesi Barat, meskipun masih dalam kondisi pandemi yang ruang geraknya masih terbatas, tapi semangat guru dan siswanya tetap membara untuk memberikan inovasi dan karyanya.

“Saya berharap, semoga siswa lain terinspirasi dan termotivasi atas pencapaian yang telah didapat enam siswa yang lolos tersebut,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pasangkayu Abidin mengapresiasi atas prestasi yang dicapai ke enam siswa tersebut dan mengharumkan nama daerah.

“Kita sangat apresiasi dan saya akan panggil dalam waktu dekat ke dinas untuk memaparkan hasil penelitiannya dan mudah – mudahan dapat diikuti oleh sekolah lain yang sederajat,” tutur Abidin.

Katanya, prestasi yang ditorehkan oleh sekolah swasta ini, menjadi pukulan bagi sekolah negeri yang mendapat biaya tinggi dari pemerintah, tapi tidak pernah meraih prestasi di bidang manapun.

“Saya gerbang dengan sekolah negeri ini, sampai sekarang tidak ada prestasi yang diraih untuk dibanggakan. Jadi saat demonstrasi nanti oleh enam anak kita ini, itu akan kami panggil semua SMP di Pasangkayu ini agar. bisa ditiru,” tegasnya. (asp/jsm)

Komentar

News Feed