oleh

Sistem Pendidikan Aman Bencana

MAMUJU — BNPB, MPBI, Pujiono Centre, Cerdas  Antisipasi Resiko Bencana (Cari) dan Predikat menyelenggarakan NGOPI-PB atau Ngobrol Pintar Penanggulangan Bencana secara virtual, Rabu 24 Maret 2021.

Sehubungan dengan itu, Koordinator Desk Relawan Gempa Sulbar, Prof. Dr. Hj. Kartini Hanafi Idris mengapresiasi meeting tersebut sebagai bagian dari literasi kebencanaan. Terlebih lagi, tema yang diusung adalah Pelaksanaan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Indonesia. Menurutnya, kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di satuan pendidikan sebagai bentuk memberikan perlindungan dan keselamatan kepada peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan dari resiko bencana.

Penyelenggaraan pendidikan aman bencana telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan  Republik Indonesia Nomor 33 tahun 2019 dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya di satuan pendidikan dalam menanggulangi dan mengurangi resiko bencana.

“Sebenarnya sistem pendidikan aman bencana telah diatur dalam Peraturan Menteri pendidikan dan Kebudayaan. Memang ada beberapa tujuan dari SPAB ini. Diantaranya tidak hanya memulihkan dampak bencana di satuan pendidikan  tapi juga layanan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik resiko bencana dan kebutuhan satuan pendidikan,” ujarnya.

Selanjutnya, Kartini, di tengah kesempatannya membagikan 100 paket sembako kepada warga Sulai, Kecamatan Ulumanda menyebutkan bahwa pada level Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan program SPAB pada saat prabencana harus melakukan pemetaan terhadap satuan pendidikan di wilayah rawan bencana serta mengintergrasikan materi terkait upaya pencegahan dan penanganan dampak bencana ke dalam kurikulum muatan lokal yang relevan. (ian)

Komentar

News Feed