oleh

Setelah Arafat, Giliran Hery Pimpin BPK Sulbar

MAMUJU – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwailan Sulbar kini punya pimpinan baru. Jika sebelumnya dijabat oleh Muhamad Toha Arafat, sekarang tanggung jawab itu diemban Hery Ridwan.

Jumat 13 November 2020, di Gedung BPK Sulbar, diselenggarakan serah terima jabatan (sertijab) Kepala BPK RI. Hal itu berdasarkan Surat Keputusan
Sekretaris Jenderal BPK RI Nomor 160/K/X-X.3/10/2020 tentang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Dalam dan Dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama pada Pelaksana Badan Pemeriksa Keuangan.

Setelah Arafat, Giliran Hery Pimpin BPK Sulbar

Penandatanganan naskah Sertijab dan penyerahan buku Memori Akhir Jabatan dari Muhamad Toha Arafat kepada Hery Ridwan disaksikan oleh Auditor Utama Keuangan Negara VI Dori Santosa, mewakili Anggota VI BPK RI/Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara VI BPK RI Harry Azhar Aziz.

Proses tersebut juga disaksikan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, Ketua DPRD Sulbar Siti Suraidah Suhardi, Unsur Forkopimda Sulbar, para Bupati se-Sulbar, para Ketua DPRD se-Sulbar, serta para pimpinan instansi vertikal seperti Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulbar Budi Sudaryono, Kepala Perwakilan BPKP Sulbar Hasoloan Manalu, dan Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar Nuryamin.

Perlu diektahui, Muhamad Toha Arafat menjabat sebagai Kepala Perwakilan BPK Sulbar dari 3 Februari 2020 hingga 7 Oktober 2020. Setelah itu, ia diserahi amanah sebagai Kepala Auditorat Investigasi Keuangan Daerah pada Oktober 2020.

Sebelumnya Arafat pernah menjabat sebagai Kepala Auditorat IV.C (November 2018). Selain itu, juga pernah menjabat sebagai Kepala Subauditorat NTB I (November 2017), Kepala Subauditorat AKN IV A.2 (Februari 2017), Kepala Subauditorat Kalimantan Timur (November 2011), dan Kepala Subauditorat Sulawesi Tengah (Maret 2010).

Lalu sejauh mana dengan pengalaman Kepala PBK Sulbar yang baru Hery Ridwan? Ia memulai karir
di BPK RI pada 1991. Menjabat Kepala BPK Sulbar terhitung mulai Oktober 2020.

Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala BPK Kalimantan Barat pada Februari 2020. Selain itu, juga pernah menjabat sebagai Kepala PBK Jambi (Februari 2009), Kepala Auditorat III.A.1 (Februari 2015), Kepala Subauditorat III.A.1 (Maret 2010), Kepala Sub Direktorat Evaluasi dan Pelaporan Pemeriksaan Kinerja (Oktober 2008), Kepala Seksi II.A.1.1 (Agustus 2007), dan Kepala Seksi DJBC (Februari 2006).

Dalam sertijab kemarin, Auditor Utama Keuangan Negara VI Dori Santosa menyampaikan, adanya Pandemi Covid-19 secara langsung telah berpengaruh dan mengakibatkan pemerintah daerah melakukan refocusing dan realokasi anggaran, serta penyesuaian terhadap program kegiatan maupun pelayanan kepada masyarakat. Namun BPK tetap berkomitmen menjaga kualitas pemeriksaannya.

“Di tengah keterbatasan akibat pandemi, BPK sebagai lembaga pemeriksa keuangan tetap berkomitmen menjaga dan meningkatkan kualitas pemeriksaan guna mendorong pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel dan transparan agar dapat menjadi bahan acuan dan referensi utama bagi eksekutif maupun legislatif dalam proses pengambilan keputusan dan kebijakan pengelolaan keuangan daerah,” ungkap Dori Santosa dalam sambutannya. (ham)

Komentar

News Feed