oleh

Sertifikat Ditolak Bank, Sembilan Dusun dari Lariang Bakal Demo BPN

PASANGKAYU–Warga Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, Pasangkayu, Sulawesi Barat, sudah tak sabar. Warga dari sembilan dusun itu, ingin segara mendapatkan penjelasan dari BPN (Badan Pertanahan Nasional) Pasangkayu. Bagaimana sebenarnya status kawasan yang mereka miliki sekarang ini?

Jika tidak ada penjelasan dari BPN dalam waktu dekat ini. Mereka mengancam? Akan menggelar aksi demo ke kantor BPN. ”Saya bersama warga akan mendatangi kantor BPN untuk meminta penjelasan mana kawasan yang masuk dalam hak guna usaha PT Letawa,” jelas Firman, Kepala Desa Lariang, Jumat 14 Juni, sore.

“Kami sudah undang BPN rapat untuk  memberi penjelasan kepada kami sebagai pemerintah desa dan masyarakat. Tapi biar satu pun dari pihak BPN tidak ada datang. Jadi saya bersama masyarakat sudah sepakat akan melakukan aksi di kantor pertanahan tersebut,” tambah Firman.

Kapan mereka akan melakukan aksi ke BPN? Firman belum menyebutkan waktu yang tepat. Yang jelas sebelum mendatangi kantor Pertanahan, ia selaku kepala desa akan menyurat terlebih dahulu ke Polsek Pasangkayu.

Menurut Firman, bertahun-tahun merasa resah dengan adanya pemberitahuan dari BPN, Desa Lariang masuk dalam kawasan HGU (Hak Guna Usaha).

“BPN yang bilang bahwa Desa Lariang ini masuk kawasan HGU. Warga mau membuat sertifikat tidak bisa. Sedang, yang sudah memiliki sertifikat tidak bisa jadi agunan,” jelasnya. (r2)

Komentar

News Feed