oleh

Seluruh Kafilah Sulbar Sudah Maksimal

DARI Masjid El Hakim di Pantai Muaro Padang, Cabang Tilawah Remaja jadi sorotan. Nur Fahisah asal Sulbar, sukses mencuri perhatian.

Laporan: ADHE JUNAEDI SHOLAT, (Padang, Sumatera Barat)

Seluruh Kafilah Sulbar Sudah Maksimal

Kemarin, MTQ XXVIII di Padang Sumatera Barat, melangsungkan sejumlah nomor lomba. Cabang Tilawah Remaja jadi cabang paling eksklusif karena kerumitannya.

Sedikitnya ada empat indikator penilaian. Tajwid, Fashahah atau kefasihan membaca, gaya lagi dan suara melengking saat membaca ayat suci Al Quran.

Masing-masing memiliki item penilaian tersendiri.

Pada Fashahah, seperti Waqaf Itida atau tempat berhenti dan mengulang kembali bacaan. Mura’atul Huruf dan Mura’atul Kalimah serta Mura’atul Harakat.

Sedangkan Tajwid, peserta dinilai dari Ahkam Al Huruf atau hukum-hukum cara membunyikan huruf. Selain itu, Makharijul Huruf atau tempat keluarnya huruf atau pelafalan huruf.

Dari segi suara. Tinggi rendah suara kafilah sangat menentukan. Termasuk kenyaringan, kebeningan, kebersihan dan kehalusan suara peserta.

Sementara indikator terakhir, yakni gaya lagu. Ada tujuh jenis lagu yang biasa digunakan.

Untung saja, Kafilah Sulbar Nur Fahisah yang tampil kemarin sukses mencuri perhatian 12 dewan hakim dan penonton saat membacakan Surah Al Furqan ayat 35. Tak tampak rasa gugup dari wajahnya.

Senyuman yang dilemparkan kepada penonton dan dewan hakim seolah menggambarkan rasa optimisme dan semangatnya.

Di Cabang Tilawah Dewasa, Kafilah Sulbar, Burhan, juga unjuk gigi. Tampil di venue utama MTQ 2020 di Masjid Raya Sumatera Barat, Burhan tampil memuaskan official yang sempat harap-harap cemas, karena peserta dari provinsi lain bagus-bagus.

Hanya saja, poinnya belum diumumkan. Burhan masih menunggu seluruh peserta lain. Semoga saja, kata Burhan, dirinya bisa masuk di babak final. “Ya semoga saja tentu, minta doanya semua,” ujar Burhan, Rabu 18 November.

Tilawah merupakan salah satu cabang bergengsi di MTQ. Hampir semua provinsi ingin merebut medali di cabang ini. Tak terkecuali Sulbar yang bahkan mengutus sekira sepuluh orang kafilah putra dan putri.

Dari Gedung Rohana Kudus, di jantung Kota Padang, hampir setengah jam mentas, rasa-rasanya Ahmad Taufiq dan Balqis Durratul Hikmah dari cabang Tartil turut memuaskan tiga orang dewan hakim. Para official sudah meramal hasil terbaik bisa dicapai.

Cabang Tartil yang juga digelar kemarin menjadikan Kafilah Sulbar dari cabang itu berpeluang merebut tiket ke putaran final. Bersama tim kuat asal Kalimantan Barat, Kepulauan Riau dan Jawa Barat.

Meski tidak diunggulkan, wakil Sulbar di cabang Tartil dapat tampil maksimal. Itu karena Sulbar di cabang ini baru tampil di hari terakhir babak penyisihan.

Sama seperti lima cabang lain. Khat Al-Quran Kontemporer, Tilawah Remaja, Qiraat Sab’ah Murattal, Tilawah Dewasa. Artinya, Kafilah Sulbar khusus enam cabang tersebut memiliki waktu lebih lama mempersiapkan diri.

Di cabang ini, kafilah diberi materi bacaan mulai dari Juz 1 hingga Juz 10. Penentuan Maqra diberikan 15 jam sebelum penampilan. Lama penampilan juga diatur. Maksimal 15 menit.

Ada tiga bidang penilaian di cabang Tartil tersebut. Bidang Tajwid meliputi Makhrijul Huruf, Sifat Al Huruf, Ahkam al Huruf, dan Ahkam Al Mad Wal Qoshar.

Bidang Fashahah meliputi Ahkamal Waqf Wa Al Ibtida’, Mura’at Al Huruf Wa Al Harakat dan Mura’at Al Kalimat WA Al Ayat.

Bidang Suara meliputi irama dan variasi, tempo bacaan dan pengaturan nafas.

Official Kafilah Sulbar, Sukri Mondang mengatakan, Sulbar telah melewati babak penyisihan dari 21 cabang lomba. Hari ini, sudah masuk babak final.

“Besar harapan Kafilah Sulbar di Cabang Qiraat Sab’ah Murattal, Tartil dan Tilawah bisa mendapat gelar. Paling tidak berada di posisi enam besar. Semoga saja poin di cabang itu hingga besok tidak berubah,” kata Sukri.

Sayangnya, di cabang Qiraat Sab’ah Muratta, Sahariah Syua sudah tergeser dua tingkat dari posisi sebelumnya. Poinnya dikalahkan Provinsi Banten. Sehingga harus lengser dari tingkat dua ke tingkat empat.

Meski demikian, menurut Official Cabang Qiraat Sab’ah Muratta, Budi, hingga sore kemarin, Sahariah masih berada di enam besar di cabangnya itu. “Semoga saja hingga partai final masih bertahan di enam besar,” beber Budi.

Ketua Rombongan Kafilah Sulbar, Razak menyebutkan, seluruh Kafilah Sulbar telah tampil maksimal. Sesuai kemampuan masing-masing. Pelaksanaan MTQ di Padang menjadi pengalaman berharga bagi 48 Kafilah Sulbar.

“Pasti ada evaluasi. Tapi kita syukuri. Semua sudah terbaik. Tidak gampang bisa tembus nasional,” tandas Razak, yang juga Kabag Kesra Pemprov Sulbar itu. (***)

Komentar

News Feed